TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Analis: Saham BBTN Masih Jadi Pilihan Utama Investor

Busthomi
10 July 2018 | 13:29
rubrik: Capital Market
BTN Hari Ini Terbitkan Obligasi Rp 5 Triliun

Menara BTN. FOTO: RMOL

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Analis pasar modal Haryajid Ramelan menilai secara fundamental kinerja saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BBTN tidak perlu diragukan lagi.Saham yang tahun lalu sempat mengalami kenaikan lebih dari 100% ini termasuk saham yang masih menjadi skala prioritas pegangan investor institusi seperti dana pensiun dan manajer investasi (fund manager).

“Menyikapi bisnis perbankan harusnya masih sangat menarik, termasuk tentunya kinerja fundamental dari BBTN,” ujar Haryajid di Jakarta, Selasa (10/7).

Apalagi kemudian, menurut Haryajid, bank yang sangat mahir dalam pengelolaan produk properti itu akan sangat diuntungkan dengan relaksasi aturan loan to value (LTV) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI).

Ditambah lagi, kata dia, adanya skema baru dari fasilitas likuiditas pembiayaan perumahaan (FLPP) atau KPR bersubsidi. Skema barunya yakni KPR FLPP dananya 75% dari pemerintah dan 25% dari PT Sarana Multi Financial (SMF).

“Ini tentu menguntungkan BTN dari sisi bisnis, sehingga penyaluran KPR akan meningkat,” tambahnya.

Upaya perseroan lainnya, lanjut Haryajid, yakni dengan menggenjot dana murah sehingga cost of fund jadi murah dan bisa membuat bunga kredit BTN tidak naik. Dengan strategi yang dilakukan manajeman tersebut, seharusnya saham BBTN bisa kembali menguat ke level wajarnya.

“Dengan penurunan saham BTN karena faktor global seharusnya menjadi peluang bagi investor kembali mengoleksi untuk investasi jangka panjang,” sarannya.

Menurut Haryajid, saham ini merupakan instrumen jangka panjang, tapi meski begitu juga sudah terbukti bahwa saham perbankan telah banyak memberikan kontribusi keuntungan bagi investor yang mengkoleksi jangka panjang.

Sementara itu, Direktur Keuangan & Treasury BTN Iman Nugroho Soeko mengungkapkan, kenaikan harga saham perseroan pada perdagangan saham Senin (9/7) kemarin merupakan bentuk kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan.

BACA JUGA:   Resmi IPO, WIRG Siap Jadi Emiten Pertama Kembangkan Metaverse

“Kami akan berusaha keras agar kinerja keuangan hingga akhir tahun ini mencapai target. Kami optimistis pertumbuhan bisnis bisa mencapai 20%,” jelas Iman.

Menurut Iman, untuk mencapai target bisnis tersebut, BTN akan melakukan efisiensi pada biaya operasional, peningkatan dana pihak ketiga (DPK) berbiaya rendah sehingga NIM terjaga dan pencapaian target fee based income.

“Jadi tidak perlu khawatir mengenai bisnis BTN yang kami bisa lakukan adalah membukukan kinerja yang sesuai dengan target dan itu baru akan dilihat investor atau masyarakat setelah laporan keuangan Juni, September dan Desember nanti keluar,” papar Iman.

Tags: btnsaham BBBTN
Previous Post

Korea Investment Klaim Jadi Sekuritas Terbesar ke-11 di Indonesia

Next Post

BUMN Ini Bantu Korban KM Lestari Maju

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR