TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Korea Investment Klaim Jadi Sekuritas Terbesar ke-11 di Indonesia

Busthomi
10 July 2018 | 11:07
rubrik: Capital Market
Korea Investment Klaim Jadi Sekuritas Terbesar ke-11 di Indonesia

foto: istimewa

Jakarta, BussinesNews Indonesia – PT Korea Investment dan Sekuritas (KIS) Indonesia, anak usaha dari Korea Investment and Securities Co, Ltd, Korea Investment Holdings (KIH) secara resmi telah merambah pasar keuangan di Tanah Air.

Hal ini usai pihak KIH mengakuisisi PT Danpac Sekuritas hingga kepemilikan saham mencapai 75 persen. Bahkan per akhir Mei 2018, ekuitas PT KIS Indonesia sudah mencapai Rp 181,2 triliun setelah melakukan suntikan dana sebesar US$ 33,5 juta untuk saham terbaru yang ditawarkan dalam bentuk kepemilikan pihak ketiga.

“Dengan begitu, total ekuitas PT KIS Indonesia tumbuh rata-rata tujuh kali dan kini telah melompat ke peringkat ke-11 berdasarkan besaran ekuitas dari 106 perusahaan sekuritas di Indonesia,” tandas President dan CEO PT KIS Indonesia, Ryu Sang-Ho, di saat peluncuran di Jakarta, Senin (9/7/2018) malam.

Sebelumnya, kata dia, pihaknya juga sudah melakukan transformasi sekuritas di Vietnam dari semula di peringkat ke-50 menjadi ke-10 pada 2010 lalu.

Sedang di Indonesia ini, menurutnya, KIS Indonesia akan mengembangkan sistem baru yang diterapkan di Korea Selatan, namun tetap bertransaksi dengan menggunakan sistem yang dilokalisasi untuk memperkuat segmen ritel daring.

“Sehingga KIS Indonesia pasti akan mengikuti jejak yang sama dan membuktikan DNA kesuksesan KIS semakin dekat menuju Korea Investment Group menjadi perusahaan sekuritas top di Asia,” kata Ryu.

Selain itu, lanjut dia, KIS Indonesia merencanakan untuk segera mendiversifikasi bidang usaha menjadi manajemen aset yang nantinya bisa berkembang dan memenangkan kompetisi di pasar modal Indonesia.

Sementara itu, jelas Ryu, saat ini sistem transaksi yang diadopsi dari sistem untuk PC (HTS) dan telepon seluler (MTS) sedang dalam proses pengembangan untuk menembus area daring dan akan diperkenalkan pada akhir 2018.

BACA JUGA:   Korea Siap Benamkan US$ 446 Juta di Industri Manufaktur RI

Ryu menambahkan, KIS juga mencari diversifikasi bidang usaha dengan memasuki pasar manajemen aset mulai tahun ini.

Sejauh ini, KIS memiliki anak perusahaan AMC (Asset Management Company) yang dapat menyuntikkan sinergi positif bagi perusahaan broker utama dengan menyediakan produk-produk dana kompetitif bagi klien dan calon klien.

Lebih lanjut Ryu menyatakan, dalam upaya menjadi broker terdepan di Asia pada 2020, KIS menempatkan unit usaha di Indonesia sebagai pusat operasi bisnis di Asia Tenggara.

Prioritas utama KIS adalah menyasar berlimpahnya investasi langsung dan transfer ilmu siap pakai, produk dan sistem.

“Dengan bertambahnya dukungan dari AMC, kami akan fokus pada pengenalan produk-produk dana yang menarik, sehingga bisa mengundang investor asing banyak datang ke Indonesia,” terang dia.

Tags: koreaKorea Investment dan Sekuritas
Previous Post

Kadin: Izin Perumahan Masih Lebihi 3 Bulan

Next Post

Analis: Saham BBTN Masih Jadi Pilihan Utama Investor

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR