Genjot Tol Trans Sumatera, Hutama Karya Kembali Minta PMN Rp 12,5 T

Penulis Busthomi

Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Hutama Karya (Persero) yang mendapat penugasan dari pemerintah untuk membangun jalan tol Trans Sumatra ini menargetkan bisa banyak yang selesai hingga akhir tahun ini. Perseroan yang banyak mengandalkan suntikan dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN) mengaku terus kebut penyelesaian proyek itu.

HK memang ditugasi pemerintah untuk membangun proyek jalan tol Trans Sumatra yang membentang dari Lampung hingga Aceh dalam 11 ruas. Dengan total dana investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 250,5 triliun.

Menurut Direktur Keuangan HK, Anis Anjayani, hingga saat ini sudah ada enam ruas tol yang sudah selesai dikerjakan. Sementara ada beberapa ruas tol lainnya beberapa sudah selesai di atas 60 persen dan lainnya masih di bawah 50 persen.

“Bahkan untuk ruas Medan-Binjai sudah selesai 91,92 persen. Dan ruas Palembang-SP Indralaya sudah rampung 91,57 persen,” jelas Anis di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Ruas yang sudah selesai adalah Medan-Binjai Seksi 2 (Semayang-Helvetia), Medan-Binjai Seksi 3 (Binjai-Semayang), Palembang-SP Indralaya Seksi 1 (Palembang-Pamulutan), Bakauheni-Terbanggi Besar Sub Seksi 1 (Pelabuhan-Bakauheni), Bakauheni-Terbanggi Besar Sub Seksi 5 (Lematang-Kotabaru), dan Palembang-SP Indralaya Seksi 3 (KTM–Indralaya).

“Jadi total sudah selesai konstruksi dan telah beroperasi 21,86 km,” ujarnya.

Namun begitu, masih ada juga pengerjaan proyek ruas tol yang masih dalam tahap awal, seperti ruas Pekanbaru–Dumai yang baru tuntas sebanya 7,02 persen. Sehingga dengan kondisi itu, pihaknya hanya bisa menargetkan empat ruas yang sampai akgir tahun ini akan rampung.

Yaitu ruas Medan–Binjai Gate Helvetia–Gate Marelan sepanjang 2,70 km, kemudian ruas Palembang–Indralaya sejauh 15,00 km, ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 126,01 km dan ruas Pekanbaru–Dumai sejarak 9,50 km.

Lebih lanjut dia menegaskan, proyek prestisius jalan tol Trans Sumatra ini memang membutuhkan dana besar. Untuk 11 ruas prioritas pertama total dana Investasi yang dibutuhkan Rp 250,5 triliun. Cuma sayangnya dana yang tersedia baru Rp42 triliun.

“Sumber dananya, kami masih andalkan dari PABN yaitu PMN. Kemudian obligasi melalui sekuritisasi asset, ekuitas partner, dan dukungan konstruksi,” terang dia.

Karena dana PMN masih menjadi andalan perseroan, kata dia, tahun ini pun pihaknya akan kembali minta pengucuran PMN ke DPR dalam jumlah besar.

“Tahun 2018 ini, Hutama Karya akan mengajukan tambahan PMN ke Pemerintah dan DPR sebesar Rp12,5 triliun,” tandas Anis.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar