Jakarta, BusinessNews Indonesia—Bank Indonesia mendorong korporasi agar melakukan hedging (lindung nilai) valuta asing. Ini merupakan sebuah mitigasi risiko yang perlu dilakukan terkait gejolak nilai tukar Rupiah ke USD.
“Dengan demikian, korporasi tidak lagi perlu ditakutkan risiko akibat gejolak nilai tukar Rupiah ke USD,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Nanang Hendarsah. Di Jakarta. Hari ini. Di sebuah talk show.
Nanang mengatakan bahwa korporasi memang selalu memikirkan cost tambahan ketika melakukan hedging. “Tetapi, sebenarnya hedging yang biayanya lebih murah, bisa diupayakan. Bank Indonesia akan membantu untuk hal ini,” papar Nanang.
Dia lantas melanjutkan bahwa sebaiknya masyarakat tidak selalu menilai fluktuasi kurs Rupiah ke USD berdasarkan nilainya. Tetapi melihat perubahannya.
“Ketika kemarin Rupiah melewati Rp 14.000 per USD, seolah situasinya sedemikian rupa. Padahal tidak perlu seperti itu.”
Year to date, nilai tukar Rupiah ke USD melemah 3%-an. Adapun India mendapatkan pelemahan sampai 7%. “Argentina jauh lebih tajam pelemahannya.
“Saat ini, kami menjaga agar maksimal pelemahan Rupiah di 5%,” kata dia.
