
Jakarta, businessnews.id — Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, memastikan bahwa pemerintah sudah membatalkan rencana akuisisi Perusahaan Gas Negara (Pertagas) oleh Pertamina.
Menurut Menteri Dahlan di Jakarta hari ini, rencana akuisisi tersebut hanya sebatas ancaman dari pemegang saham, karena kedua perusahaan pelat merah ini telah bersaing secara tidak sehat. “Sekarang mereka sudah baik, sudah mau saling mengalah dan mau bekerja sama. Jadi, tidak ada urgensinya lagi.”
Ia mengungkapkan, sebelumnya kedua perusahaan ini tidak pernah akur, akibat persaingan usaha yang tidak sehat. “Saya sudah mencoba mendudukkan dua perusahaan ini supaya bisa baik, tetapi tidak bisa-bisa. Maka, saya ancam dengan penggabungan itu. Dan ternyata mereka sudah baik sekarang,” paparnya.
Dia mencontohkan, sebelumnya pemerintah kesulitan untuk merealisasikan pembangunan pipa gas dari Cirebon ke Semarang, namun sekarang sudah ada kesepakatan siapa yang akan membangun. “Di bidang gas, dahulu kedua perusahaan ini saling lirik dalam bersaing dan tidak sehat. Negara yang menjadi korban.”
Lebih lanjut Menteri Dahlan menyatakan, ancaman Kementerian BUMN untuk menggabung kedua perusahaan itu terbukti ampuh, sehingga pemerintah mengurungkan rencana tersebut. “Dengan ancaman seperti itu, (kedua perusahaan) sudah menurut. Jadi, urgensinya sudah tidak ada lagi,” katanya.
Ia mengungkapkan, ancaman untuk menggabung kedua perusahaan ini bukan merupakan upaya pribadinya untuk menggoreng saham. “Siapa yang bilang? Suruh buktikan. Saya tidak punya saham apa-apa,” kata Dahlan ketika ditanya terkait tudingan ada upaya menggoreng saham Pertagas. (ZIZ)
EDITOR: DHI