Jakarta, BusinessNews Indonesia – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan penduduk Indonesia per Maret 2018 sebesar 9,82 persen. Angka ini terendah sejak era krisis moneter (krismon) pada 1998 silam. Adapun pada 1998, tingkat kemiskinan Indonesia mencapai 24,2 persen.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku bangga dengan angka kemiskinan yang baru dirilis BPS. Sebab angka kemiskinan sudah berada di bawah 10 persen.
“Istimewa, angka kemiskinan 9,82 persen. Ini kali pertama. Dalam sejarah,” ujar dia pada perayaan the 10th anniversary Adaro di Hotel Ritz Charlton, Jakarta, Senin (16/7/2018).
Menurut Menkeu. Pemerintah Indonesia dari masa ke masa terus berupaya untuk menurunkan angka penduduk miskin. “Di bawah 10 persen itu remarkable, tapi kita tidak akan berhenti,” kata dia.
Selain itu, Sri Mulyani juga mengaku gembira dengan angka gini ratio yang juga berada di 0,38. “Gini ratio, 0,38 sudah di bawah 0,39 di bawah 0,4,” ucap dia.
