Jakarta, BusinessNews Indonesia—Di sepanjang kuartal dua tahun 2018, pengelola ruang ritel atau juga tenant-nya di Jakarta, terus berbenah. Mereka berupaya membuat dan menjaga penampilan ruang ritel untuk lebih menarik.
Hal tersebut dikatakan Kepala Riset JLL Indonesia, James Taylor, di Jakarta kemarin. Dalam paparan hasil riset terbaru ke sejumlah media.
Taylor menjelaskan bahwa, di kuartal tersebut, tingkat hunian ruang ritel di Jakarta ada di 88,6%. Tidak ada pasokan baru ruang ritel di kuartal kedua tersebut.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa, di kuartal kedua 2018, tidak tercatat adanya kenaikan nilai sewa ruang ritel premium bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
“Harga sewa ruang ritel Jakarta, secara rata-rata, di Rp 497.457 per m2,” ucap dia.
“Tingkat hunian di bawah 90%, diperkirakan masih terjadi pada tahun 2019. Hal ini berkenaan dengan pasokan baru yang masuk ke pasar,” ucap Taylor.
Saat ini, ruang ritel existing tercatat di 2,9 juta m2. Adapun pasokan mendatang diperkirakan di 173.000 m2.
