TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ada Sentimen Bunga Naik, Kredit BTN Justru Melonjak 19,14 Persen

Nurdian Akhmad
19 July 2018 | 10:37
rubrik: BUMN
Ada Sentimen Bunga Naik, Kredit BTN Justru Melonjak 19,14 Persen

foto: doc BTN

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Sepanjang semester I 2018, PT Bank Tabungan Negara (Persero) mengucurkan kredit sebesar Rp 211,35 triliun, naik 19,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni Rp 177,40 triliun. Kenaikan itu cukup menggembirakan di tengah sentimen kenaikan suku bunga saat ini.

Direktur Utama Bank BTN Maryonomenjelaskan, angka pertumbuhan kredit yang ditoreh Bank BTN itu di atas rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan yang tercatat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencapai 10,26 persen yoy (data per Mei 2018). Pendongkrak utama kredit Bank BTN tak lain adalah kredit perumahan yang tumbuh 19,76 persen yoy atau menjadi sebesar Rp 191,30 triliun.”KPR subsidi dan non subsidi yang memiliki porsi lebih dari 73,5 persen dari total kredit keseluruhan masih menjadi penggerak utama laju pertumbuhan kredit Bank BTN, KPR subsidi yang tumbuh paling tinggi atau sebesar 30,26 persen (yoy) menjadi Rp 83,36 triliun, sementara KPR non subsidi tumbuh 13,4 persen (yoy),” ujar Maryono dalam jumpa pers di Menara BTN, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Hingga kini, bank BTN menguasai pangsa pasar KPR nasional sebesar 37,47 persen dan menjadi penyalur terbesar di antara perbankan lain untuk KPR subsidi sebesar 94,12 persen. Khusus untuk Program Satu Juta Rumah, per Juni 2018, Bank BTN sudah menyalurkan KPR untuk 423.303 unit rumah dengan nilai Rp 38,4 triliun baik dalam bentuk KPR subsidi maupun non subsidi.

“Dari keseluruhan penyaluran KPR tersebut, 307.360 unit di antaranya berbentuk kredit konstruksi perumahan. Adapun khusus untuk KPR subsidi Bank BTN sudah mendistribusikan pinjaman untuk 297.044 unit rumah dengan nilai Rp 17,15 triliun,” ujar Maryono.

Untuk paruh pertama tahun ini, Bank BTN mengucurkan KPR subsidi dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan bantuan uang muka. Bank BTN pada semester II tahun ini akan mengalirkan kredit dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

BACA JUGA:   BTN Sebut Rumah Tipe Kecil Paling Diminati

“Dengan adanya FLPP tersebut diharapkan akan meningkatkan kapasitas kredit perseroan sehingga masyarakat dapat memiliki rumah yang layak dengan cara mudah, cepat dan murah sekaligus dapat mempercepat pencapaian program satu juta rumah,” kata Maryono.

Pada sektor kredit konstruksi perumahan, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan kredit konstruksi sebesar 17,03 persen yoy atau sebesar Rp 27,60 triliun yang mengalir untuk para pengembang perumahan.

Sementara untuk kredit non perumahan, Bank BTN merealisasikan pertumbuhan kredit sebesar 13,49 persen yoy menjadi Rp 20,05 triliun dengan kontribusi terbesar dari kredit komersial sebesar Rp 15,49 triliun sedangkan kredit konsumer tercatat mencapai Rp 4,5 triliun per Juni 2018.

“Semester kedua kami akan terus menggenjot kredit perumahan untuk mengejar target kredit kami tahun ini yang diharapkan dapat tumbuh di atas 20 persen,” kata Maryono.

Laju pertumbuhan kredit yang tinggi diimbangi dengan kualitas kredit yang terus membaik. Bank BTN memperbaiki Non Performing Loan (NPL) gross dari sebesar 3,23 persen pada semester I tahun lalu menjadi hanya 2,78 persen pada periode yang sama tahun ini. NPL gross terendah berhasil dicatatkan segmen KPR subsidi yang hanya sebesar 1,21 persen. Angka tersebut lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,66 persen.

Untuk menjaga laju pertumbuhan kredit, Bank BTN terus memupuk Dana Pihak Ketiga (DPK). Pada semester pertama tahun ini, DPK Bank BTN menembus Rp 189,63 triliun atau naik 19,17 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan simpanan Bank BTN tersebut berada jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan.

“Data OJK per Mei 2018 menunjukkan DPK industri perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 6,47 persen yoy. Pada struktur pendanaan Giro dan Tabungan masing-masing mencapai Rp 48,63 triliun dan Rp 39,46 triliun dengan pertumbuhan masing-masing 16,55 persen yoy dan 19,44 persen yoy. Ke depan, kami masih fokus untuk meningkatkan low cost fund,” ujar Maryono.

BACA JUGA:   BTN Berhasil Bukukan Pertumbuhan Kredit di Atas Industri, Meski Biaya Dana Mahal

 

Tags: btn
Previous Post

Asyik, Citilink Sediakan Fasilitas Green Zone Gratis

Next Post

Rupiah Melemah ke 14.425 per Dolar AS

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR