Jakarta, BusinessNews Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Kamis pekan ini.
Mengutip Bloomberg, Kamis (19/7/2018), rupiah dibuka di angka 14.415 per dolar AS, tak berbeda jauh jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.414 per dolar AS. Pada siang ini, rupiah melemah ke 14.425 per dolar AS.
Sepanjang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.415 per dolar AS hingga 14.425 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 6,40 per dolar AS.
Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) rupiah dipatokn di angka 14.418 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.406 per dolar AS.
“Pertahanan rupiah di teritori positif tampaknya tidak mampu bertahan lebih lama seiring mulai adanya sentimen negatif dari menguatnya laju USD,” kata analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada dikutip dari Antara.
Sentimen tersebut, ia melanjutkan, dikhawatirkan dapat membuka peluang pelemahan lebih lanjut rupiah dengan belum adanya sentimen yang signifikan menopang rupiah bertahan di zona hijau.
“RDG Bank Indonesia yang sementara ini diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunganya diharapkan dapat menahan pelemahan rupiah lebih lanjut,” ujar Reza.
Dolar AS masih bergerak positif seiring optimisme yang disampaikan Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell.
Dalam pidatonya, Powell menyatakan keyakinannya ekonomi Amerika Serikat akan tumbuh stabil dan risiko imbas perang dagang cenderung mengecil. Kondisi itu membuat rupiah cenderung tertekan dan kembali melemah
