Jakarta, BusinessNews Indonesia – Rupiah terus melanjutkan penguatan terhadap dolar AS yang membuat investor lebih optimistis. Pada menit-menit awal perdagangan, rupiah menguat 0,1% di pasar spot melawan dolar AS ke level Rp 14.440. Sebagai catatan, pada perdagangan kemarin rupiah menguat hingga 0,48% melawan dolar AS.
Rupiah berhasil memanfaatkan lemahnya posisi dolar AS. Hingga berita ini diturunkan, indeks dolar AS melemah hingga 0,25%.
Dari sisi eksternal, sentimen terbilang positif, yakni perundingan dagang antara AS dengan Uni Eropa yang berjalan kondusif. Pasca melakukan pertemuan kemarin (25/7/2018), Presiden AS Donald Trump dan Presiden Uni Eropa Jean-Claude Juncker sepakat untuk menurunkan hambatan tarif dan non-tarif di bidang perdagangan.
“Hari ini, kami sepakat bekerja bersama untuk menuju tarif nol, tidak adanya non-tariff barrier, dan tidak ada subsidi bagi produk-produk non otomotif. Kami juga akan meningkatkan perdagangan di bidang jasa, farmasi, produk-produk kesehatan, juga kedelai,” ungkap Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka menguat 0,47% ke level 5.963,22. Penguatan IHSG senada dengan bursa saham utama kawasan Asia yang sebelumnya juga dibuka di zona hijau: indeks Hang Seng naik 0,56%, indeks Nikkei naik 0,43%, indeks Strait Times naik 0,05%, indeks Kospi naik 0,51%, dan indeks Shanghai naik 0,07%.
