TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Rupiah Menguat Tipis Pasca Libur Natal

Busthomi
26 December 2019 | 09:56
rubrik: Business Info
Sentimen Positif AS Bakal Picu Rupiah di Zona Merah

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bereaksi terbatas. Hal ini lebih dipicu masih minimnya sentiment positif yang bisa mengangkat laju mata uang NKRI itu.

Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di level Rp13.976,5 per USD atau menguat tipis dari penutupan sebelumnya saat sebelum libur Natal di level Rp13.978 per USD. Dalam satu jam pertama, laju rupiah cenderung stagnan dan masih di tangga Rp13.975 per USD atau terapresiasi 3,5 poin alias 0,03%.

Menurut analis pasar uang PT Monex Investindo Futures, Faisyal saat ini pelaku pasar umumnya akan cenderung lesu dari mulai menjelang libur hari raya Natal lalu, sehingga pergerakan rupiah menjadi lebih terbatas.

“Ditambah lagi dari dalam negeri ada sentimen negatif rupiah dan tidak adanya data domestik yang dirilis pekan ini. Sehingga membuat rupiah bergerak terbatas,” terang dia di Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Selain itu, dia melanjutkan, meredanya isu panas dari global, seperti perdagangan AS dan China juga tak membantu rupiah. Untuk itu, Faisyal meramal pada perdagangan hari ini, mata uang Merah-Putih itu berpotensi akan melanjutkan pelemahannya karena pasar masih dihantui oleh perkembangan kesepakatan dagang AS dan China.

Sejauh ini, pasar juga masih menanti kepastian terkait RUU pertahanan AS yang juga akan menyangkut petukaran informasi teknologi dan sangat memengaruhi salah satu perusahaan elektronik China, Huawei.

Jika Presiden AS Donald Trump menandatangani RUU tersebut, maka kemungkinan akan memicu kemarahan China, sehingga kesepakatan parsial yang belum ditandatangani tersebut berpotensi batal dan pasar kembali bergejolak.

Dengan kondisi tersebut, mata uang Garuda itu diprediksi akan bergerak di rentang Rp13.940 per USD hingga Rp14.000 per USD atau melanjutkan pelemahan sebelumnya.

BACA JUGA:   Masih Ada Ruang Rupiah Menguat

Pada Senin (23/12/2019) lalu atau sebelum libur Natal, rupiah juga bergerak melemah tipis. Mengutip Bloomberg, pergerakan nilai tukar rupiah berakhir di level Rp13.979 per USD dengan pelemahan hanya 1 poin atau 0,01 persen.

Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

Layanan Operasional Hutama Karya Lebih Sigap

Next Post

Garudafood dan Perusahaan AS Berpatungan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR