TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Agribisnis dan Infrastruktur Bebani Kinerja Astra

Nurdian Akhmad
27 July 2018 | 09:30
rubrik: Business Info
Astra Siap Gelontorkan Rp 25 Triliun untuk Belanja Modal

Kantor Pusat Astra International Tbk di Sunter, Jakarta Utara/foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Meski mencatat kenaikan laba bersih hingga 10% menjadi Rp 10,38 triliun pada semester I 2018, kinerja PT Astra International Tbk (ASII) masih terbebani oleh jebloknya kinerja bisnis anak usaha terutama bidang agribisnis, infrastruktur dan logistik, serta properti.

Mengutip keterangan resmi perseroan, Kamis (26/7/2018), Laba bersih dari segmen Agribisnis Grup turun sebesar 23% menjadi Rp 625 miliar. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang 79,7% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan penurunan laba bersih 23% menjadi Rp784 miliar.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh pelemahan harga rata-rata minyak kelapa sawit sebesar 8% menjadi Rp 7.893/kg dibandingkan dengan semester pertama tahun 2017. Penurunan tersebut belum dapat diimbangi oleh kenaikan volume penjualan minyak kelapa sawit dan produk turunannya sebesar 19% menjadi 992.000 ton.

Segmen infrastruktur dan logistik Grup mencatat laba bersih Rp 4 miliar atau turun 96% dibandingkan dengan laba bersih Rp 110 miliar pada semester pertama tahun 2017. Kerugian awal dari beroperasinya jalan tol Cikopo-Palimanan yang diakuisisi pada semester pertama tahun 2017 dan baru beroperasinya tol Semarang-Solo, belum dapat diimbangi oleh meningkatnya laba dari tol Tangerang-Merak and PT Serasi Autoraya.

Total portofolio Grup pada bisnis jalan tol adalah 353 km, dimana sepanjang 269 km sudah beroperasi. PT Marga Mandalasakti (MMS), perusahaan operator jalan tol Tangerang-Merak sepanjang 72,5km, berhasil meningkatkan pendapatannya sebesar 12% menjadi Rp 516 miliar.

Sedangkan jalan tol Jombang-Mojokerto sepanjang 40,5 km yang telah beroperasi pada September 2017 sepanjang 39,6 km, mencatat pendapatan sebesar Rp 97 miliar pada semester pertama tahun 2018. Pendapatan jalan tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116,8 km meningkat sebesar 13% menjadi Rp 686 miliar.

BACA JUGA:   Penjualan SIDO Semester I 2015 Tumbuh 1 persen.

Laba bersih PT Serasi Autoraya (SERA) meningkat sebesar 39% menjadi Rp 111 miliar, terutama disebabkan oleh meningkatnya marjin bisnis leasing dan rental mobil. Jumlah kontrak sewa kendaraan SERA mengalami kenaikan 4% menjadi 24.000 unit.

Segmen properti Grup melaporkan laba bersih sebesar Rp 48 miliar atau turun 29% dibandingkan dengan laba bersih sebesar Rp 68 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh rendahnya penerimaan laba yang diakui dari pengembangan proyek Anandamaya Residences, hal ini mencerminkan tingkat persentase penyelesaian proyek yang semakin mengecil pada tahap akhir konstruksi.

Pada April 2018, PT Astra Land Indonesia (ALI), yang 50% sahamnya dimiliki Grup, membeli 3 hektare tanah di pusat bisnis Jakarta, untuk pengembangan hunian dan komersial. Bersama dengan proyek-proyek pengembangan properti lainnya yang dimiliki oleh Grup, yaitu Arumaya di Jakarta Selatan dan Asya di Jakarta Timur, total lahan untuk pengembangan properti Grup saat ini adalah sejumlah 70 hektare.

 

 

Tags: astra international
Previous Post

Jaga Rupiah, Proyek Infrastruktur Besar akan Ditunda

Next Post

Kembali Menguat, IHSG Nyaman di Level 5.957

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR