TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kuartal II, BRI Agro Pangkas NPL Jadi 2,2 Persen

Busthomi
1 August 2018 | 09:11
rubrik: Business Info
BRI Agro Siap Kucuri Kredit Hingga Rp 50 Miliar ke Pengelola Pasar

foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Di tengah situasi perekonomian global yang belum kondusif, PT Bank Republik Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) tetap berupaya untuk menjaga pertumbuhan kinerja berkualitas di kuartal II-2018 melalui prinsip-prinsip kehati-hatian. Terutama dalam menyalurkan pembiayaan.

Hal ini terlihat dari kinerja perseroan di kuartal II-2018. Hingga akhir Juni 2018, BRI Agro sukses menekan laju rasio kredit macet atau net performing loan (NPL) di angka 2,2 persen. Angka tersebut bahkan lebih dari target di Rencana Bisnis Bank (RBB) perseroan yakni 3,69 persen.

Menurut Direktur Utama BRI Agro, Agus Noorsanto dengan capaian positif itu berarti pihaknya telah sukses menekan NPL dari sebelumnya 3,81 persen di kuartal II-2017 menjadi 2,2 persen di kuartal II-2018 (year on year).

“Perbaikan NPL itu karena perseroan selalu menjaga pembiayaan yang berkualitas dengan prinsip yang hati-hati. Serta melakukan perbaikan dan restrukturisasi kredit,” ungkap Agus di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Sejauh ini, kata dia, perseroan masih mengandalkan kredit menengah sebagai porsi utama di BRI Agro sebanyak 67 persen. Sisanya terdiri dari 28 persen dari sektor ritel, dan hanya 5 persen dari sektor konsumer.

Dengan nilai masing-masing kredit itu sebesar Rp8,7 triliun, sebanyak Rp3,6 triliun, dan di sektor konsumer sebesar Rp717 miliar.

“Dan hingga akhir tahun perseroan akan menggenjot bisnis konsumer untuk lebih serius lagi. Target kami bisa mengucuri hingga Rp 1 triliun sampai akhir tahun dengan membiayai KPR, pensiunan, dan lainnya,” jelas dia.

BRI Agro sendiri sampai akhir Juni 2018 itu, kata dia, berhasil mencatatkan laju kredit mencapai Rp13,16 triliun. Nilai tersebut meningkat 43,49 persen dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp 9,17 triliun.

BACA JUGA:   Pacu Pelayanan, BRI Agro Digital Dirilis

BRI Agro sendiri, kata dia, di RBB perseroan 2018 menargetkan pengucuran kredit sebesar Rp14 triliun atau naik 35 persen dari akhir tahun lalu yang sebesar Rp10,1 triliun.

Namun meski saat ini hampir sesuai target di RBB, kata dia, pihaknya belum mau merivisi target laju kredit di RBB tersebut.

Lebih jauh dia menambahkan, sejauh ini dari 67 persen kredit di sektor konsumer, sebanyak 65 persen untuk kredit agribisnis, dan 65 persennya dari itu dikucurkan untuk kredit di perkebunan kelapa sawit.

“Tapi hingga akhir tahun ini, kami akan tekan kredit untuk kelapa sawit ini menjadi di bawah 60 persen. Agar di sektor konsumer naik. Meskipun sawit sendiri masih tetap bagus sampai 20 tahun ke depan,” tutur dia.

Tags: BRI agro
Previous Post

Batalnya Pencabutan DMO Batu Bara Berpihak UUD 1945

Next Post

Laba BRI Agro Kuartal II-2018 Melesat 160 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR