Jakarta, BusinessNews Indonesia – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Kamis pagi (2/8/2018) terus menanjak di atas level 6.000. Kenaikan IHSG ini cukup positif di tengah bursa regional yang mayoritas melemah pada pembukaan perdagangan hari ini.
Sementara, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.440. Nilai tukar mata uang Paman Sam menguat dibandingkan Rabu kemarin di level Rp 14.435.
Membuka perdagangan Kamis pagi, IHSG melanjutkan penguatan 7,150 poin (0,12%) ke 6.040,569. Indeks LQ45 naik 0,753 poin (0,08%) ke 955,097. Indeks LQ45 naik 1,530 poin (0,16%) ke 955,874. Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG naik 20,144 (0,33%) ke 6.053,563. Indeks LQ45 menguat 3,406 poin (0,36) ke 957,750.
Sementara itu, indeks utama bursa Wall street ditutup bervariatif pada perdagangan semalam dengan mayoritas berada di zona merah. Indeks Dow Jones turun 0,32%, S&P melemah 0,1%. Sedangkan Nasdaq menguat 0,46%. Pelemahan indeks terjadi di tengah rilisnya hasil pertemuan Federal Reserve yang menyatakan suku bunga acuan kemungkinan besar akan dinaikkan di September.
Kenaikan suku bunga ini terjadi dikarenakan tingkat inflasi AS yang mendekati target 2% serta membaiknya pasar tenaga Kerja. Sementara itu, sektor energi sedikit tertekan setelah rilisnya pasokan minyak mentah AS yang meningkat di atas perkiraan.
Sementara bursa regional mayoritas bergerak negatif. Berikut pergerakan bursa Asia pagi ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 81,393 poin ke 22.671,731
- Indeks komposit Shanghai turun 41,170 poin ke 2.785,100
- Indeks Strait Times bertambah 0,200 poin ke 3.329,150
- Indeks Hang Seng turun 331,990 poin ke 28.008,750
