TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

ADRO Rampungkan Akuisisi Tambang Milik Rio Tinto di Australia

Busthomi
2 August 2018 | 10:28
rubrik: Capital Market
Borneo Olah Sarana, Emiten Tambang Pertama 2018

Ilustrasi Tambang Batu Bara (Sumber: Istimewa)

Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akhirnya per tanggal 1 Agustus 2018 bersama EMR Capital Ltd (EMR) merampungkan akuisisi terhadap kepemilikan Rio Tinto atas lokasi tambang Kestrel Coal Mine (Kestrel) di negara bagian Queensland, Australia yang meliputi 80 persen.

Semula, pada 27 Maret 2018, ADRO menandatangani kesepakatan yang mengikat dengan EMR, suatu perusahaan private equity yang berspesialisasi di sektor pertambangan, untuk mengakuisisi 80% kepemilikan atas Kestrel. EMR dan Adaro Energy akan secara bersama-sama mengelola dan mengoperasikan tambang Kestrel tersebut.

“Akuisisi terhadap Kestrel merupakan bagian penting dari ekspansi strategis kami untuk portofolio batubara metalurgi yang telah dimulai dengan Adaro MetCoal,” ungkap Presiden Direktur dan CEO Adaro Energy, Garibaldi Thohir di Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Setelah transaksi ini dirampungkan, kata dia, kepemilikan atas Kestrel meliputi Kestrel Coal Resources Pty Ltd (80%) dan Mitsui Coal Australia (20%). Kestrel Coal Resources Pty Ltd merupakan perusahaan patungan yang dibentuk Adaro Energy (48%) dan EMR (52%).

“Dengan akuisisi ini, Adaro Energy siap untuk mengoperasikan Kestrel secara aman dan efisien serta menyambut baik kesempatan untuk bermitra dengan Mitsui Coal Australia itu,” ujarnya.

Eksistensi kedua aset batubara metalurgi berkelas dunia di bawah naungan pilar Adaro Mining ini akan memperkuat posisi perseroan di pasar batubara metalurgi. Serta akan menunjang pertumbuhan Adaro Energy dalam jangka panjang.

Adaro MetCoal sendiri memiliki salah satu sumber daya batubara metalurgi terbesar yang belum dikembangkan dan sinergi yang tercipta di antara kedua aset tersebut menawarkan potensi pengembangan yang besar dan memaksimalkan penciptaan nilai.

“Kami gembira dengan rampungnya transaksi ini dan siap bekerja sama dengan EMR supaya inisiatif ini menjadi upaya bisnis yang sukses,” jelas Garibaldi.

BACA JUGA:   Masuki Bisnis Angkutan Laut, TIRT Akuisisi Kapal Rp 162 Miliar

Sebagai informasi, kawasan tambang Kestrel merupakan aset batubara metalurgi berkualitas yang memiliki basis sumber daya dengan usia yang panjang, infrastruktur yang solid dan tenaga kerja yang berkeahlian tinggi.

Tambang ini terletak 40 kilometer di utara kota Emerald yang berada di area batubara Bowen Basin di tengah negara bagian Queensland, Australia. Pada 2017 lalu, Kestrel memproduksi 4,25 Mt batubara metalurgi berkualitas tinggi dan memiliki cadangan yang dapat dijual (marketable reserves) sebesar 146 Mt dan sumber daya sebesar 241 Mt.

Tags: adroakuisisirio tinto
Previous Post

BJB Berhasil Jaga NPL 1,6 Persen

Next Post

Merger dengan Bank Sumitomo, BTPN Siap Ekspansi ke Asean

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR