Jakarta, BusinessNews Indonesia—Pengamat dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Firman Noor, mengatakan di Jakarta hari ini bahwa pembangunan sektor perumahan Indonesia saat ini masih punya kendala.
“Yakni, harganya mahal dan tidak mudah didapatkan,” kata Firman saat acara publikasi hasil Survei untuk Penguatan Demokrasi, oleh LIPI.
Firman mengatakan bahwa hal tersebut perlu dicermati pemerintah. Sebab, pemilikan rumah merupakan kebutuhan dasar. Pemilikan rumah pun merupakan syarat agar seseorang dapat bekerja dengan lebih baik dan terfokus, kata dia.
Lebih lanjut, Firman mencontohkan apa yang dilakukan Lee Kuan Yew saat memimpin Singapura. Dia sangat memerhatikan pemenuhan kebutuhan rumah.
“Karena kebutuhan rumah terpenuhi, maka masyarakat Singapura bisa berkinerja dan hidup dengan lebih baik,” Firman mengimbuhkan.
Dulu, Lee Kuan Yew dikritik karena terlalu detail dalam memerhatikan pemenuhan kebutuhan masyarakat seperti rumah.
“Tetapi di kemudian hari, terbukti bahwa hasil hal tersebut menjadi baik bukan?”
