Jakarta, BusinessNews Indonesia—Survei untuk Penguatan Demokrasi yang dilaksanakan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan menjadikan para ahli berbagai bidang sebagai responden, mendapatkan satu hal menarik.
Yakni, bahwa Pemilu (Pemilihan Umum) Tahun 2019 bisa terhambat oleh beberapa kondisi ekonomi.
“Ada beberapa kondisi ekonomi yang dianggap para ahli bisa menghambat berjalannya Pemilu serentak. Antara lain krisis atau kondisi ekonomi yang memburuk,” kata Esti Ekawati, peneliti LIPI, di Jakarta hari ini, saat memublikasikan hasil survei itu.
Esti pun menjelaskan bahwa kondisi ekonomi lainnya adalah inflasi, keapatisan masyarakat, daya beli masyarakat yang rendah, politik uang, isu tenaga kerja asing, dan lainnya.
Para ahli yang menjadi responden pun, masih kata Esti, menganggap adanya problem ekonomi yang berpotensi menghambat konsolidasi demokrasi.
Yakni, ketimpangan dan ketidakadilan ekonomi, krisis ekonomi, monopoli, inflasi, intervensi kepentingan bisnis terhadap politik, dan lain-lain.
