Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menargetkan bisa mendatangkan 10 juta investor di pasar modal usai meluncurkan The Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST) generasi terbaru atau C’BEST Next Generation (Next-G).
Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi menegaskan, pengembangan C-BEST Next-G ini diharapkan juga akan sejalan dan dapat mendukung implementasi sistem perdagangan JATS Next-G BEI dan E-Clears KPEI yang telah diimplementasikan beberapa waktu lalu.
“Dengan begitu, pasar modal Indonesia dengan infrastrukturnya yang mapan itu dapat diandalkan. Ini untuk meningkatkan jumlah investor produk, dan transaksi di pasar modal. Sistem C-BEST ini dikembangkan dengan spesifikasi kapasitas sistem yang Iebih besar agar performance sistem yang Iebih baik,” kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (8/8/2018).
C-BEST merupakan plaftorm elektronik terpadu yang telah mendukung aktivitas penyelesaian transaksi efek secara pemindahbukuan sejak tahun 2000, tepatnya pada saat implementasi perdagangan tanpa warkat (scripless) di pasar modal Indonesia. Denga peluncuran C-BEST Next-G ini sebagai upaya KSEI menggenjot jumlah investor dan peningkatan jumlah penyelesaian transaksi.
“Sehingga dengan C-BEST Next Generation ini kami targetkan dapat mengakomodir kurang Iebih 10 juta investor pasar modal,” ujar dia.
Di sisi jumlah investor yang mengacu pada Single Investor Identification (SID), kata dia, pada akhir 2012 (sebelum pengembangan C-BEST Next-G), jumlah SID yang tercatat di KSEI baru mencapai 281.256, sedangkan saat ini per akhir Juli 2018 sudah mencapai 1.369.810, atau meningkat sebesar 387 persen.
Pada 2017 lalu, total penyelesaian transaksi bursa melalui C-BEST sebesar 2,84 triliun unit dengan frekuensi mencapai 74.3 juta kali.
“Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun 2016 dengan jumlah penyelesaian transaksi sebesar 1,92 triliun unit dengan frekuensi sebesar 64,9 juta. Peningkatan jumlah ini diprediksi akan terus berlanjut setiap tahun,” papar Friderica.
Di tempat yang sama, Direktur KSEI Syafruddin menyampaikan, pengembangan C-BEST Next Generation akan menghadirkan performa yang Iebih tinggi dan Iebih terintegrasi dengan aplikasi pendukung Iainnya.
Jumlah pemrosesan penyediaan transaksi pada C-BEST Next-G meningkat Iebih dari enam kali lipat kapasitas sebelumnya, yaitu dari 3.000 penyelesaian menjadi sekitar 20.000 penyelesaian transaksi per menit.
“Desain sistem ini juga sudah mendukung pengembangan Iebih lanjut terkait penerapan standar-standar internasional seperti ISO 20022. Sistem baru ini juga siap untuk penyimpanan tipe efek baru, seperti Surat Utang dan Sub Rekening khusus syariah,” ujar Syafruddin
