Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Andira Agro Tbk atau ANDI hari ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten yang bergerak di sektor perkebunan ini sebelumnya melakukan penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) sebanyak 20 persen.
Perseroan pun diperkirakan bisa mengantongi dana segar sebanyak Rp100 miliar dari proses pelepasan saham ke publik itu.
“Dengan dana IPO ini, maka sebagian besar dari dana itu akan kami gunakan untuk perluasan perkebunan kelapa sawit,” ungkap Direktur Adira Agro, Kahar Anwar di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (16/8/2018).
Lebih jauh Kahar menegaskan, dengan 500 juta lembar yang dilepas ke publik itu, pihaknya yakin bisa mengantongi dana Rp100 miliar untuk perluasan lahan perkebunannya itu.
“Dan proses IPO sendiri kami menggandeng PT Victoria Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi,” kata dia.
Sejauu ini, lanjut dia, ANDI yang bergerak di dalam bidang perkebunan kelapa sawit dan pengolahannya itu memiliki konsesi lahan seluas 12.172 hektare. Dari sebanyak itu untuk kebun inti seluas 5.463 hektare dan kebun plasma 4.668 hektare.
Sementara dalan proses pencatatan perdana itu, saham emiten ke-32 di tahun ini tersebut terlihat sempat stagnan tak bergerak di level Rp200. Namun selang beberapa detik kemudian, saham ANDI langsung berada di zona hijau, dengan harga Rp340 per saham atau naik 140 poin setara 70%.
Pada level tersebut saham ANDI ditransaksikan dengan volume 20 lot dan frekuensi 1 kali. Nilai transaksi perseroan pada perdagangan perdana sebesar Rp680 ribu.
Sebelum proses IPO ibu, saham Andira Agro sebesar 67,88% dipegang oleh PT Central Energi Pratama (CEP) dan 32,12% dimiliki oleh PT Anugerah Perkasa Semesta (APS). APS memegang 99,90% saham CEP.
Anne Sutanto menjadi pemilik 54% saham Anugerah Perkasa Semesta dan 0,10% saham Central Energi Pratama. Dia juga tercatat sebagai Direktur Utama PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) dan Wakil Presiden Direktur PT Pan Brothers Tbk (PBRX).
