TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pidato Kenegaraan, Presiden Banggakan Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi

Nurdian Akhmad
16 August 2018 | 11:45
rubrik: Ekonomi
Pidato Kenegaraan, Presiden Banggakan Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi

foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato Kenegaraan terkait HUT ke-73 Indonesia, Kamis (16/8/2018) di DPR menyampaikan rasa bangga atas capaian ekonomi Indonesia saat ini yang tumbuh di kisaran 5%, di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergejolak.

Ekosistem yang kondusif tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkokoh stabilitas makro ekonomi dan meningkatkan kualitas pertumbuhan, memastikan tercapainya tujuan keadilan ekonomi, menyiapkan pembangunan ekonomi yang berkesinambungan dalam jangka panjang, serta melakukan reformasi struktural untuk peningkatan daya saing ekonomi.

“Ekonomi kita terus tumbuh di kisaran 5% per tahun, di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang sedang berlangsung,” kata Jokowi di depan anggota DPR dan DPD RI.

Jokowi  juga bangga dengan pencapaian inflasi yang terus di kisaran 3,5%. Menurutnya, capaian ini bisa menjaga daya beli masyarakat. “Inflasi selalu pada kisaran 3,5% Ini sebuah pencapaian yang luar biasa untuk menjaga daya beli rakyat,” katanya.

Menurut Jokowi, Realisasi inflasi bulan Juni 2018 berhasil ditekan pada angka 0,59% atau terendah dibandingkan inflasi saat Hari Besar Keagamaan Nasional dalam tujuh tahun terakhir.

Pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pengendalian inflasi yang terjaga membuat pertumbuhan ekonomi menjadi lebih berkualitas dan dapat dirasakan dampaknya.

Sementara itu, angka pengangguran terbuka turun menjadi tinggal 5,13% pada Februari 2018. Untuk pertama kalinya, persentase 13 kemiskinan Indonesia turun ke angka satu digit, yaitu menjadi 9,82% pada Maret tahun 2018.

“Kita sudah berhasil menekan angka kemiskinan dari 28,59 juta atau 11,22% pada bulan Maret tahun 2015 menjadi 25,95 juta atau 9,82% pada Maret tahun 2018,” katanya.

BACA JUGA:   Jadi Pionir Transformasi Navigasi Penerbangan, AirNav Gandeng Alibaba Cloud Perkuat Ketahanan Digital
Tags: presiden jokowi
Previous Post

ANDI Siapkan Dana IPO untuk Perluasan Kebun Sawit

Next Post

JLB Tawarkan Kupon Obligasi 9-10,65 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR