TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Terbitkan SUN Lewat Pasar Modal, Kemenkeu Klaim Takkan Ada Default

Busthomi
20 August 2018 | 13:01
rubrik: Ekonomi
Keuangan Negara Bukan Hanya Utang

ilustrasi: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dengan membukamasa penawaran Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR004 kepada investor ritel di pasar modal.

Sejauh ini, pemerintah kerap terbitkan banyak SUN baik melalui pasar global atau pun pasar modal. Namun demikian, masifnya penerbitan SUN itu tak membuat pemerintah akan gagal bayar (default).

Hal ini terjadi karena tetap tingginya kepercayaan investor kepada pemerintah dalam hal pengelolaan keuangan negara.

“Selama ini pemerintah Indonesia tidak pernah bermasalah mengalami kegagalan membayar utang, terkait dengan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Selama ini kita pernah default atau tidak? Tidak kan. Karena apa? Karena ada kepercayaan investor,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman, di Jakarta, Senin (20/8/2018).

Dia menegaskan, kemampuan pemerintah untuk membayar utang jatuh tempo telah meningkatkan kepercayaan investor.

“Kami sudah menyisihkan untuk pinjaman dan SBN kami refinancing roll over. Jadi tak akan ada default,” lanjut Luky.

“Selama ini kepercayaan investor sangat tinggi buat Indonesia. Makannya, kami tidak pesimis akan mempunyai masalah ketika menerbitkan SBN,” imbuh dia.

Dengan demikian, jelas Luky, utang jatuh tempo pemerintah di 2019 sebesar Rp409 triliun akan ditambal melalui penerbitan SBN dan melakukan pinjaman.

“Tahun lalu misalnya, ada utang jatuh tempo juga, karena kami menerbitkan surat utang yang jangka pendek. SBN itu di bawah satu tahun, tetapi yang banyak itu pada tahun 2015 ke bawah,” ucapnya.

Lebih lanjut Luky mengatakan, strategi teknis mengenai pembayaran utang jatuh tempo 2019 akan dismpaikan pemerintah pada Desember 2018.

“Semuanya nanti seberapa growth issue-nya, komposisi dari yang rupiah dan non-rupiah, sukuk dan yang konvensional. Itu nanti akan kami lihat,” kata Luky.

BACA JUGA:   Investasi Obligasi Dirasa Aman Saat Pandemi
Tags: kemenkeuSUN
Previous Post

Zakat Infaq Karyawan Capai Rp2,8 Milyar per tahun

Next Post

Kemenkeu Tawarkan SUN Kupon Tinggi 8,05 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR