
Jakarta, businessnews.id — Eksplorasi secara masif dan terukur merupakan kunci dalam meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) di Indonesia. Diperlukan juga pemberian beberapa insentif agar investor tertarik berinvestasi pada bidang eksplorasi. Serta memermudah perizinan dari pusat hingga daerah.
“Apalagi resorvoar hidrokarbon Indonesia sudah bergeser ke daerah laut, tentunya akan meningkatkan biaya eksplorasi,” kata pengamat migas dari Refor Mineer Institute, Pri Agung Rakhmanto, di Jakarta (20/5/2014).
Dalam sarasehan media yang digelar SKK Migas, Pri mengatakan bahwa Indonesia tidak sungguh-sungguh dalam meningkatkan produksi migas. Hal itu terlihat dari tidak tertariknya investor pada bidang eksplorasi.
Ada banyak faktor yang menghambati investor masuk pada bidang eksplorasi yang berisiko tinggi. “Apalagi dengan otonomi daerah yang kurang pro-investasi, di daerah banyak peraturan yang dibuat kepala daerah yang sangat memberatkan investasi.”
Investasi pada eksplorasi ini, menurut Pri, sangat berisiko tinggi. Diperlukan investasi cukup besar dan penguasaan ilmu dan teknologi yang cukup mumpuni. “Jadi kalau tidak ada kemudahan yang diberikan pemerintah, mana ada yang akan tertarik,” dia berkata. (AL)
EDITOR: DHI