TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Semester I, Perum Perhutani Raup Laba Bersih Rp 469 Miliar

Nurdian Akhmad
21 August 2018 | 17:09
rubrik: BUMN
Semester I, Perum Perhutani Raup Laba Bersih Rp 469 Miliar

foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Sepanjang semester I 2018, Perum Perhutani meraih pendapatan Rp 1,8 Trilliun atau tumbuh 26 persen (yoy). Sedangkan untuk laba bersih, BUMN ini meraup Rp 469 miliar atau tumbuh 63 persen (yoy).

Sekretaris Perhutani Agus Dwi Nurjanto menjelaskan, pencapaian itu hasil dari restrukturisasi perusahaan yang mulai diterapkan pada kuartal akhir 2016 dengan menerapkan program Cost Reduction Program (CRP) secara konsisten yang berfokus pada biaya overhead, dan sistem Problem Identification Correctives Action (PICA).

“Dilanjutkan transformasi bisnis pada 2017 dengan melakukan perubahan struktur organisasi menjadi lebih ramping dan menerapkan Business Process Reengineering (BPR) di berbagai lini proses,” kata dia di Jakarta, Selasa (21/8/2018).

Hasil BPR tersebut termasuk terciptanya rebranding wisata “Canopy” pada 2 lokasi percontohan yaitu Kawah Putih di Ciwidey dan Banyunget di Trenggalek yang telah berhasil memberikan kontribusi dalam peningkatan laba di 2017.

Dengan mulai membaiknya kondisi keuangan perusahaan, untuk dapat mendorong pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan, perusahaan telah menganggarkan belanja modal (capex) tahun 2018 sekitar Rp 800 miliar.

Selain untuk revitalisasi pabrik dalam memperkuat eksistensi perusahaan di hilir pada tingkat global termasuk industri kayu, minyak kayu putih dan madu serta pembangunan Rest Area, alokasi yang besar juga diberikan untuk penanaman hampir 30 ribu hektar pohon dalam mempercepat penutupan lahan antara lain kayu jati jenis klon JPP (Jati Plus Perhutani) dan pinus bocor getah.

“Kedua jenis pohon tersebut merupakan hasil terobosan temuan Perhutani dengan hasil kualitas yang baik serta daur yang jauh lebih pendek,” kata Agus.

BACA JUGA:   Hutama Karya Perlebar Jalan Soreang-Rancabali-Cidaun untuk Permudah Akses ke Wilayah Ciwidey
Tags: Perhutani
Previous Post

Asian Games 2018 Dongkrak Investasi di Jakarta Hingga 19,8 Persen

Next Post

Triniti Bagikan 4.000-an Kantong Daging Kurban

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR