Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Astra International Tbk (ASII) masih optimis dengan kinerja lini bisnis perseroan hingga akhir tahun ini, terutama di sektor otomotif.
Hal ini tak lepas dari kinerja positif sepanjang semester I-2018 lalu. Di mana dari sisi pendapatan bersih dan laba bersih melaju positif hingga dua digit.
Menurut Presiden Direktur ASII, Prijono Sugiarto dengan raihan di enam bulan pertama 2018 itu membuat kinerja grup astra hingga akhir tahun diperkirakan akan lebih baik.
“Karena didukung dengan stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia dan harga batubara yang stabil. Walaupun memang persaingan di pasar mobil dan melemahnya harga minyak kelapa sawit menjadi perhatian,” jelas dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/8).
Sebagai catatan, laba bersih perseroan di paruh pertama 2018 sebesar Rp10,38 triliun atau naik 11 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp9,34 triliun.
Pendapatan bersih perseroan juga naik 15 persen secara year on year (yoy). Dari Rp98,03 triliun menjadi Rp112,55 triliun.
Dengan begitu, kata dia, laba bersih per lembar saham juga naik sebesar 11 persen dari Rp231 per saham ke Rp257 di semester I-2018 ini.
Lebih jauh dia menegaskan, laba bersih grup pada paruh pertama itu terutama disebabkan peningkatan kontribusi dari bisnis alat berat dan pertambangan, serta jasa keuangan grup.
Untuk anak usaha alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi memang tercatat naik 60 persen dari Rp2,05 triliun menjadi Rp3,28 triliun (yoy). Jasa keuangan naik 5 persen dari Rp2,03 triliun menjadi RpRp2,14 triliun (yoy).
“Pencapaian itu melebihi dari yang dapat diimbangi oleh pelemahan kontribusi dati kegiatan operasional agribisnis dan infrastruktur,” jelas dia.
Namun sayangnya sektor otomotif bergerak stagnan dari Rp4,2 triliun menjadi Rp4,21 triliun. Sedang sektor agribisnis, infrastruktur dan logistij, serta properti tumbuh minim.
“Untuk sektor otomotif, pangsa pasar sepeda motor memang tetap kuat, namun pangsa pasar mobil menurun,” pungkas dia.
