TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

JSMR Lepas Semua Saham di Jakarta Lingkar Baratsatu

Busthomi
3 September 2018 | 15:14
rubrik: Business Info
Integrasi Tarif Tol JORR Diterapkan Pekan Depan

Tol JORR/foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – BUMN pengelola jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) akhirnya secara resmi melakukan divestasi atau melepas keseluruhan sahamnya di PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) yang sebanyak 19 persen. Selama ini, total saham tersebut adalah minoritas di JLB.

Hal tersebut diwujudkan dengan penandatanganan akta jual beli saham PT Jakarta Lingkar Baratsatu antara JSMR dengan PT Margautama Nusantara (MUN) pada 29 Agustus 2018 lalu.

Bagi JSMR, dengan pelepasan saham itu, maka perseroan dipastikan bakal mendapat dana segar guna membangun proyek-proyek jalan tol baru lainnya.

“Dengan adanya divestasi saham tersebut, maka dana yang diperoleh perseroan itu untuk pengembangan jalan tol baru,” ungkap Direktur Keuangan Jasa Marga, Donny Arsal, dalam keterangan yang diterima, Senin (3/9/2018).

Pelepasan saham JSMR di JLB sendiri ditampung oleh dua pihak pemegang saham lain di JLB. Sehingga usai penandatanganan divestasi itu, komposisinya ada dua pemegang saham yang semakin gemuk sahamnya.

Berdasarkan akta jual beli saham tersebut, Jasa Marga melepas 10 persen saham atau sebanyak 94.800 lembar saham kepada MUN serta menjual 9,05 persen atau setara 85.832 lembar saham kepada PT Bangun Tjipta Sarana (BTS).

Sebelum akta jual-beli saham, komposisi kepemilikan saham JLB adalah, JSMR menguasai 180.632 lembar saham (setara 19,05 persen), MUN sebanyak 237.000 lembar saham (25 persen), BTS pegang saham mayoritas sebesar 528.326 lembar saham (55,73 persen), dan PT Rekadaya Adicipta hanya 2.042 lembar saham (0,22 persen).

Dengan begitu, pasca aksi korporasi JSMR tersebut, maka perseroan tak ada lagi saham di JLB. Sehingga komposisinya adalah, pihak MUN memiliki 331.800 lembar saham (setara 35 persen, pihak BTS kian dominan dengan 614.158 lembar saham (64,78 persen), dan PT Rekadaya Adicipta tetap sebanyak 2.042 lembar (0,22 persen).

BACA JUGA:   Analis: Implementasi 5G Belum Mendesak
Tags: jasa margatol
Previous Post

Nilai Tukar Petani Agustus 2018 Naik Tipis

Next Post

1,54 Juta Turis Kunjungi RI Selama Juli 2018

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR