TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Korea Siap Benamkan US$ 446 Juta di Industri Manufaktur RI

Nurdian Akhmad
12 September 2018 | 11:16
rubrik: Business Info
Kemenperin: Harga Gas Petrokimia Diusulkan Turun

Industri Petrokimia di Indonesia (Foto: Istimewa)

 Jakarta, BusinessNews Indonesia – Sejumlah industri manufaktur berbagai sektor asal Korea Selatan (Korsel) berkomitmen untuk menanamkan modalnya d Indonesi sebesar  US$446 juta.

Komitmen investasi ini merupakan hasil dari Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018, sekaligus peringatan hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin baik selama 45 tahun.

“Pertemuan ini mencerminkan antusiasme besar pengusaha Korea untuk lebih mendorong kolaborasi bisnis dengan Indonesia, baik dalam bentuk perluasan usaha maupun investasi baru di beberapa sektor industri yang prospektif,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat berada di Seoul, dalam keterangan resmi, Selasa (11/9/2018).

Enam perusahaan Negeri Ginseng yang telah komit berinvestasi, adalah LS Cable & System yang bermitra dengan PT Artha Metal Sinergi, mengembangkan industri kabel listrik senilai US$50 juta di Karawang, Jawa Barat. Parkland yang menggelontorkan dana US$75 juta guna membangun industri alas kaki di Pati, Jawa Tengah. Sae-A Trading membenamkan modal US$36 juta bidang tekstil dan garmen di Tegal, Jawa Tengah.

Adapula Taekwang Industrial ingin membangun industri alas kaki senilai US$100 juta di Subang dan Bandung, Jawa Barat. World Power Tech bermitra dengan PT NW Industries, berinvestasi US$85 juta, mengembangkan industri turbin dan boiler di Bekasi, Jawa Barat. Dan, InterVest bersama Kejora Ventures, berinvestasi US$100 juta untuk pembiayaan startup (modal ventura) di DKI Jakarta. Dari keenamnya itu total investasinya mencapai US$446 juta.

Airlangga meyakini, kerja sama yang terjalin bisa mendorong industri manufaktur nasional. Sehingga bisa menumbuhkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, sekaligus menyerap tenaga kerja lokal. “Ini yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara inklusif, terutama melalui program hilirisasi,” tegasnya.

Sinergi yang dibangun para pelaku industri Korsel dan Indonesia ini, lanjut Airlangga, diharapkan bisa mendukung implementasi Making Indonesia 4.0. Salah satunya adalah membangun ekosistem inovasi dengan transfer teknologi yang berkelanjutan.

BACA JUGA:   UK Linetrust Investasi US $ 50 Juta untuk Eksplorasi Emas

“Kami optimistis, hubungan antara kedua negara ini sangat menjanjikan di tahun-tahun mendatang dan itu akan menjadi dasar yang kuat untuk hubungan lebih lanjut antara kedua negara, terutama dalam membangun perekonomian,” papar Airlangga

Tags: industri manufakturinvestasikorea
Previous Post

Pelindo IV Lengkapi Container Crane di Empat Pelabuhan

Next Post

Ditemukan, Lima Lapangan Minyak Bercadangan Besar di Indonesia Timur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR