TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dari Garuda, Menteri BUMN Geser Pahala ke Pertamina

Busthomi
13 September 2018 | 13:26
rubrik: BUMN
Askrindo Jamin Sekuritisasi Aset Garuda

foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Usai dipecat dari posisi Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Pahala Nugraha Mansury kembali berkutat di BUMN. Kali ini, dia diangkat sebagai Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero).

Hal ini seperti disebutkan dalam keputusan yang tertuang dalam Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-242/MBU/09/2018, tertanggal 13 September 2018, tentang Pemberhentian, Pengalihan Penugasan dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan PT Pertamina.

Di Kepmen BUMN itu, Menteri BUMN Rini Soemarno selaku Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Pertamina menetapkan Pahala sebagai Direktur Keuangan dan Ignatius Tallulembang sebagai Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina. Selain itu, RUPSLB ini juga memberhentikan dengan hormat Gigih Prakoso dan Arief Budiman.

“Perputaran direksi ini merupakan penyegaran dalam rangka penguatan BUMN. Kami melihat ini sesuai kebutuhan serta kemampuan dari individu sendiri,” tandas Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Sehingga, menurut dia, alasan pergantian antar jajaran direktur di perusahaan pelat merah tersebut lebih pada kebutuhan dalam menghadapi tantangan terhadap BUMN ke depannya.

Arief sendiri menjabat sebagai Direktur Keuangan sejak 2015-2018. Selama menjabat sebagai CFO, dia dianggap mencatat prestasi penting yang mengantarkan Pertamina mencapai kinerja keuangan terbaik pada 2015, meski industri migas dunia kala itu sedang mengalami penurunan.

Ia juga dinilai mampu membangun komunikasi efektif dengan investor dan pemegang obligasi Pertamina, serta telah memperkuat fondasi keuangan Pertamina yang solid, sehingga mampu mencapai target-target yang ditetapkan.

“SK pemberhentian Gigih Prakoso dan Arief Budiman telah diterima, dan perusahaan mengucapkan terima kasih atas kontribusinya dalam menjaga kinerja keuangan dan operasional Pertamina,” tutur Fajar.

BACA JUGA:   Pertamina Raih 5 Penghargaan ‘Keberlanjutan’ Internasional

RUPS juga menetapkan Ignatius menjadi Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia. Dia dianggap sudah memiliki pengalaman lebih dari 24 tahun di Pertamina. Beberapa karir yang pernah diembannya antara lain Vice President Refining Project Pertamina dan Komisaris PT Pertamina Lubricants.

RUPSLB juga telah mengalihkan penugasan Heru Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Megaproyek Petrokimia dan Pengolahan menjadi Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko. Dia menggantikan Gigih Prakoso yang saat ini didapuk sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Tags: garuda indonesiapertamina
Previous Post

Tiga Bandara AP I Raih Penghargaan Bergengsi

Next Post

Cicil Utang, Medco Bakal Rilis Obligasi Rp 1,25 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR