TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BPS: September Terjadi Deflasi 0,18 Persen

Busthomi
1 October 2018 | 13:02
rubrik: Ekonomi
Ekonomi Indonesia Kuartal I 2018 Membaik

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness –Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat September 2018 terjadi deflasi sebesar 0,18 persen. Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 133,83. Deflasi ini terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran.

“Yang mengalami penurunan itu adalah kelompok bahan makanan sebesar 1,62 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,05 persen,” jelas Kepala BPS, Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Sedangkan untuk kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,21 persen; kelompok sandang sebesar 0,27 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,41 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,54 persen.

“Dengan begitu, maka tingkat inflasi tahun kalender (Januari–September) 2018 sebesar 1,94 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2018 terhadap September 2017) sebesar 2,88 persen,” kaat dia.

Meski di September itu deflasi, tapi untuk komponen inti di bulan yang sama mengalami inflasi sebesar 0,28 persen. Sehingga, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–September) 2018 sebesar 2,38 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (September 2018 terhadap September 2017) sebesar 2,82 persen.

Lebih lanjut dia menegaskan, dari 82 kota IHK itu yang disurvey, ternyata sebanyak 66 kota mengalami deflasi dan 16 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Pare-pare (1,59 persen) dengan IHK sebesar 127,39. Dan deflasi terendah terjadi di Tegal, Singkawang, Samarinda, dan Ternate masing-masing sebesar 0,01 persen.

“Tapi IHK-nya berbeda dengan IHK masing-masing kota tersebut adalah Tegal (129,95), Singkawang (137,13), Samarinda (137,45), dan Ternate (136,70),” tutur dia.

BACA JUGA:   Daya Beli Masih Lemah, Deflasi Berlanjut

Sementara inflasi tertinggi terjadi di Bengkulu sebesar 0,59 persen dengan IHK sebesar 142,79 dan inflasi terendah terjadi di Bungo sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 131,25. (Tomy)

Tags: bpsdeflasi
Previous Post

Usia 18 Tahun, Biznet Pegang Komitmen Inovasi

Next Post

Sinar Mas Berikan Beasiswa dan 1.000 Lapangan Kerja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR