Jakarta, TopBusiness – Mengakhiri perdagangan saham hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 68,98 poin atau 1,16 persen ke posisi 5.875,61.
Pelemahan IHSG ini sejalan dengan kondisi perdagangan valas di mana rupiah sore ini melemah dan menembus 15.011 per dolar AS.
Sementara itu, Indeks saham LQ45 tergelincir 1,38 persen ke posisi 928,97. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.
Sebanyak 283 saham melemah sehingga menekan IHSG. Ada 123 saham diam di tempat dan 109 saham menguat.
Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 449.138 kali dengan volume perdagangan 11,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,9 triliun. Investor asing jual saham Rp 98,71 miliar di seluruh pasar.
Sebanyak 10 sektor saham kompak tertekan. Sektor saham industri dasar melemah 2,98 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri susut 1,7 persen dan sektor saham manufaktur merosot 1,4 persen.
Saham-saham catatkan penguatan di tengah tekanan IHSG antara lain saham CITY melonjak 24,41 persen ke posisi Rp 316 per saham, saham SMDM menguat 24,06 persen ke posisi Rp 165 per saham, dan saham FAST menanjak 16,56 persen ke posisi Rp 1.900 per saham.
Sedangkan saham-saham tertekan antara lain saham INTD merosot 24,14 persen ke posisi Rp 220 per saham, saham SAFE tergelincir 20,83 persen ke posisi Rp 190 per saham, dan saham DNAR turun 14,29 persen ke posisi Rp 264 per saham.
Sementara itu, bursa saham Asia pun cenderung tertekan kecuali indeks saham Jepang Nikkei naik 0,10 persen. Sementara itu, indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 2,38 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi susut 1,25 persen. Selanjutnya indeks saham Thailand tergelincir 0,68 persen, indeks saham Singapura merosot 0,39 persen dan indeks saham Taiwan turun 1,2 persen.
