Jakarta, TopBusiness – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus menggenjot Program Satu Juta Rumah yang dipriortaskan untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Untuk itu, pihaknya berharap banyak instansi lain seperti Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk bisa terlibat dalam program ini. Sejauh ini 34 BPD sudah ikut membiayai program ini.
Menurut Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kemen PUPR, Lana Winayanti, Program Satu Juta Rumah yang digulirkan Pemerintah adalah program yang harus didukung bersama, termasuk institusi seperti BPD ini.
“Dari 34 BPD yang tercatat di Kemen PUPR telah melakukan kerjasama, realisasi pembangunan rumah untuk MBR per 4 September 2018 baru tercapai 7.047 unit. Ini masih jauh dari kebutuhan masyarakat,” ujar Lana di Jakarta, Rabu (3/10/2018).
Hal senada didukung oleh Direktur Perencanaan Pembiayaan Perumahan Kemen PUPR, Didik Sunardi. Menurutnya, langkah BPD untuk menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi ini menjadi peluang masyarakat memiliki rumah akan semakin besar.
“Sampai saat ini setidaknya ada 10.000 pengembang perumahan yang tercatat di Kemen PUPR. Kalau ribuan pengembang itu membangun rumah MBR, maka backlog di berbagai daerah bisa ditekan,” ungkap Didik.
Didik memahami jika para pengembang dalam proses penyediaan rumah bagi MBR memiliki tantangan berat. Terutama masalah ketersediaan lahan dengan harga murah.
Mereka di awal sudah harus mengeluarkan uang banyak hanya untuk membeli lahan untuk perumahan MBR. Makanya harus ada kemudahan KPR.
“Ada kebijakan KPR bersubsidi yang bisa diakses masyarakat. Mereka juga bisa memperoleh bantuan uang muka dari pemerintah, apalagi sekarang juga ada bantuan perumahan dari pemerintah berbasis tabungan,” ungkap Didik.
Kesempatan ini, katanya, menjadi ruang bagi BPD untuk membantu mewujudkan perumahan bagi MBR. Dia pun menyebut, kerjasama yang baik yang sudah dilakukan, seperti antara PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dengan PT BPD Jawa Timur Tbk (BJTM) bisa memuluskan langkah para MBR untuk memiliki rumah.
“Anggaran yang bisa diakses masih cukup besar. BPD sendiri saat ini baru mengakses pembiayaan perumahan sekitar 5% saja. Kami ingin Bank Jatim menjadi pioner untuk bisa menyalurkan KPR bagi MBR,” jelas dia.
Direktur BJTM, Soeroso menuturkan, Bank Jatim sendiri memasang target mampu menyalurkan hingga 1.200 rumah sampai akhir 2018 ini. Dan hingga bulan September 2018, pihaknya sudah merealisasikan sebanyak 800 unit rumah.
Jumlah itu diharapkan bisa bertambah di tahun depan. Dengan berbagai kemudahan yang diberikan, pihaknya optimis dengan laju KPR yang akan dilakukan Bank Jatim.
“Potensi KPR di Jatim sangat bagus. Banyak peluang yang bisa dijalankan untuk ketersediaan KPR bagi masyarakat. Targetnya adalah penyaluran KPR-FLPP untuk menunjang Program Sejuta Rumah,” ujar Soeroso.
Penyaluran KPR Bank Jatim sendiri sejauh ada di berbagai titik potensial di Jatim. Di antaranya di Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Kediri, Bangkalan serta kota-kota di sekitar Surabaya.
Penulis: Tomy
