Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi akan semakin terpuruk. Bahkan kian sampai ke level 15.150.
Di sesi perdagangan pagi, mengutip Bloomberg, rupiah dibuka dilevel 15.120, kembali menjadi level tertinggi sejak krisis moneter 1998 silam. Angka itu melemah 45 poin dari penutupan kemarin di posisi 15.075. Bahkan terus merosot hingga 15.150 dalam 15 menit pertama.
Menurut analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, rupiah yang masih berada di zona merah ini sangat menggantungkan pada sentimen positif dari dalam negeri.
“Masih adanya berita positif terutama dari pemerintah terkait dengan upaya menstabilkan nilai tukar rupiah diharapkan juga membantu rupiah bertahan dari pelemahannya,” tegas Reza dalam daily report-nya, Kamis (4/10/2018).
Apalagi, lanjut dia, mulai adanya penguatan dari EUR setelah berita rencana Italia yang akan memangkas defisit neracanya selama tiga tahun ke depan diharapkan dapat memberikan sentimen positif pada Rupiah.
“Terutama dengan berkurangnya imbas dari kenaikan USD. Diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas untuk mengurangi potensi pelemahan lebih lanjut,” ujar dia.
Sebelumnya, adanya aksi Kementerian Keuangan yang meminta ke PT Adaro Indonesia untuk meningkatkan transaksi Rupiahnya agar ikut menopang stabilitas nilai tukar rupiah tampaknya belum cukup kuat mengangkat rupiah.
Dengam kondisi tersebut, dia memperkirakan laju Rupiah akan bergerak di kisaran 15.075-15.058. Diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas untuk mengurangi potensi pelemahan lebih lanjut.
“Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” ingat dia.
Penulis: Tomy
