Jakarta, TopBusiness – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara resmi meluncurkan program Bank Wakaf Mikro (BWM) Pondok Pesantren Mawaridussalam di Deli Serdang, Sumatera Utara. Dia didampingi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso.
Adanya program BWM itu, disebut Presiden, diharapkan bisa membantu perekonomian masyarakat di daerah Pondok Pesantren Mawaridussalam dan sekitarnya.
“Jadi, keberadaan BWM ini juga diharapkan dapat menjadi solusi dalam menyediakan permodalan bagi masyarakat menengah ke bawah yang belum tersentuh lembaga keuangan formal,” ungkap Presiden seperti dikutip dari siaran resmi OJK, Selasa (9/10/2018).
Presiden mengatakan, pendirian BWM merupakan terobosan baru dalam meningkatkan partisipasi masyarakat yang memiliki pendapatan lebih untuk bisa mendonasikan sebagian hartanya membantu masyarakat yang tak mampu.
“Makanya saya mendukung upaya yang dilakukan oleh OJK untuk mendampingi pengembangan lembaga keuangan mikro, dalam hal ini berbentuk Bank Wakaf Mikro di seluruh penjuru negeri,” tegas Joko Widodo.
Peluncuran program BWM ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Presiden di Sumut, antara lain, pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional, Dies Natalis ke 66 USU, dan Kegiatan Budaya Adat Melayu di Medan, Sumatera Utara.
Di tempat yang sama, Wimboh mengatakan, BWM Pondok Pesantren Mawaridussalam merupakan BWM pertama yang diresmikan oleh Presiden di Sumatera Utara dan BWM ke-33 yang beroperasi di seluruh Indonesia.
“Perhatian dan dukungan Bapak Presiden dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat, melalui pengembangan BWM menjadi motivasi OJK terus berupaya meningkatkan inklusi keuangan, khususnya bagi para pelaku usaha kecil dan mikro yang belum terjangkau akses keuangan formal,” ujarnya.
Saat ini, OJK sedang mengembangkan inovasi baru dalam pengembangan BWM, yakni: pertama, pembiayaan BWM untuk klaster utama mikro, uji cobanya dilakukan kepada lebih dari 2.000 pembatik di Yogyakarta.
Kedua, kata dia, kerjasama BWM dengan Bumdes dalam pemasaran produk-produk nasabah BWM. Hal ini akan diuji coba melalui kerjasama dengan Pemerintah Bondowoso.
Ketiga, pendirian BWM dengan basis kerjasama dengan Pemerintah Bondowoso dan dengan komunitas serta perguruan tinggi.
Ponpes Mawaridussalam sendiri memiliki potensi pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang cukup besar. Pasalnya, terdapat masyarakat yang berprofesi sebagai petani, pedagang kecil dan kuli bangunan di daerah tersebut.
Selain itu, pondok pesantren ini juga berlokasi dekat dengan Bandara Internasional Kuala Namu, yang dapat menjadi akses dalam membantu pengembangan ekonomi dan usaha masyarakat sekitar pesantren.
Skema pembiayaan melalui BWM adalah pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp 3.000.000 dan margin bagi hasil yang dikenakan setara 3% per tahun. Dalam skema pembiayaan BWM juga disediakan pendampingan bagi kelompok.
Sampai September 2018, OJK telah memfasilitasi 32 BWM yang tersebar di 21 wilayah. BWM tersebut telah menyalurkan pembiayaan kepada 6.764 orang nasabah, dengan total pembiayaan sebesar Rp 7,51 miliar.
Penulis: Tomy
