TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pertemuan IMF-Bank Dunia Tak Mampu Kerek Rupiah

Busthomi
9 October 2018 | 10:09
rubrik: Business Info
Presiden Jokowi: Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Untungkan RI

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan sepanjang hari ini diproyeksi masih akan berada di teritori negatif. Rupiah pun kembali dibuka melemah.

Di sesi perdagangan pagi, mengutip Bloomberg, rupiah dibuka dilevel 15.223. Angka itu terus melemah dari penutupan kemarin di posisi 15.217. Dan terus terpuruk hingga 15.230 dalam 15 menit pertama atau melemah 12,5 poin alias 0,08 persen.

Menurut analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, belum adanya sentimen positif membuat laju Rupiah masih dalam pelemahannya.

“Bahkan adanya pertemuan IMF-World Bank dan sejumlah delegasi Bank Sentral dari berbagai negara yang sekiranya dinilai dapat meningkatkan peluang investasi di Indonesia juga belum dapat mengangkat Rupiah,” tandas Reza dalam daily report-nya, Selasa (9/10/2018).

Dengan kondisi itu, tampaknya harapan akan berkurangnya pelemahan Rupiah tersebut belum juga terjadi dibhari ini, sehingga dapat membuka peluang pelemahan kembali.

“Berbagai sentimen global masih mendukung penguatan USD, terutama setelah dirilisnya data-data ketenagakerjaan AS yang diikuti dengan kondisi ekonomi Italia yang berimbas pada pelemahan EUR,” jelas Reza.

Semua kondisi sentimen tersebut membuat laju USD kembali meningkat dibandingkan sejumlah mata uang lainnya, sehingga membuat Rupiah kembali melanjutkan pelemahannya.

“Tidak hanya itu, adanya keputusan Arab Saudi yang menjanjikan menambah pasokan minyak membuat harga minyak turun dan berimbas pada terapresiasinya USD,” jelas dia.

Dia memperkirakan laju Rupiah akan bergerak di kisaran 15.225-15.209. “Tetap cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” pungkas dia.

Penulis: Tomy

BACA JUGA:   IMF Apresiasi Kebijakan RI Tangani Pandemi
Tags: annual meeting IMF-Bank DuniaBank DuniaIMF
Previous Post

Dibuka, IHSG Tancap Gas ke Level 5.789

Next Post

Presiden Minta yang Mampu Sokong Dana Lewat Bank Wakaf Mikro

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR