Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan sepanjang hari ini diproyeksi masih akan berada di teritori negatif. Rupiah pun kembali dibuka melemah.
Di sesi perdagangan pagi, mengutip Bloomberg, rupiah dibuka dilevel 15.223. Angka itu terus melemah dari penutupan kemarin di posisi 15.217. Dan terus terpuruk hingga 15.230 dalam 15 menit pertama atau melemah 12,5 poin alias 0,08 persen.
Menurut analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, belum adanya sentimen positif membuat laju Rupiah masih dalam pelemahannya.
“Bahkan adanya pertemuan IMF-World Bank dan sejumlah delegasi Bank Sentral dari berbagai negara yang sekiranya dinilai dapat meningkatkan peluang investasi di Indonesia juga belum dapat mengangkat Rupiah,” tandas Reza dalam daily report-nya, Selasa (9/10/2018).
Dengan kondisi itu, tampaknya harapan akan berkurangnya pelemahan Rupiah tersebut belum juga terjadi dibhari ini, sehingga dapat membuka peluang pelemahan kembali.
“Berbagai sentimen global masih mendukung penguatan USD, terutama setelah dirilisnya data-data ketenagakerjaan AS yang diikuti dengan kondisi ekonomi Italia yang berimbas pada pelemahan EUR,” jelas Reza.
Semua kondisi sentimen tersebut membuat laju USD kembali meningkat dibandingkan sejumlah mata uang lainnya, sehingga membuat Rupiah kembali melanjutkan pelemahannya.
“Tidak hanya itu, adanya keputusan Arab Saudi yang menjanjikan menambah pasokan minyak membuat harga minyak turun dan berimbas pada terapresiasinya USD,” jelas dia.
Dia memperkirakan laju Rupiah akan bergerak di kisaran 15.225-15.209. “Tetap cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” pungkas dia.
Penulis: Tomy
