Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan sepanjang hari ini diproyeksi masih akan berada di teritori negatif. Kendati di sesi pembukaan terapresiasi.
Di sesi perdagangan pagi, mengutip Bloomberg, rupiah dibuka dilevel 15.213. Angka itu menguat dari penutupan kemarin di posisi 15.237. Tapi kemudian terus terpuruk hingga 15.218 dalam 15 menit pertama.
Menurut analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, meski menguat di sesi pembukaan menguat, tapi belum usainya permasalahan global, membuat potensi rupiah tetap di zona merah.
“Sentimen global baik dari perang dagang AS dan Tiongkok; penyelesaian defisit anggaran Italia, hingga meningkatnya imbal hasil obligasi AS membuat posisi USD masih cenderung meningkat,” jelas Reza dalam daily report-nya, Rabu (10/10/2018).
Dengan kondisi itu, lanjut dia, tentunya telah mempersulit pergerakan Rupiah untuk berbalik naik. “Diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas agar Rupiah tidak melemah lebih dalam,” kata dia.
Sementara sentimen dari dalam negeri, kata dia, adanya keyakinan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa Indonesia masih dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,3% kendati risiko untuk pertumbuhan tersebut telah makin meningkat, ternyata belum banyak memberikan sentimen positif pada Rupiah.
Dia memperkirakan laju Rupiah akan bergerak di kisaran 15.235-15.220. “Tetap cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” pungkas dia.
Penulis: Tomy
