Home Ekonomi Business Info Tutupi Defisit, BI Minta Pemerintah Terus Genjot Ekspor

Tutupi Defisit, BI Minta Pemerintah Terus Genjot Ekspor

Sumber Foto: Bank Indonesia

Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia (BI) terus meminta pemerintah untuk mendorong laju ekspor dan juga kegiatan pariwisata agar bisa mengimbangi kebutuhan impor yang sejauh ini cukup besar.

Apalagi saat ini Indonesia sebagai negara yang memiliki defisit transaksi berjalan, sehingga perlu terus menjaga agar defisit tersebut berada di level aman.

“Defisit transaksi berjalan Indonesia saat ini dipengaruhi terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur,” jelas Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara dalam keterangan resmi BI, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Pernyataan Mirza itu disampaikannya dalam seminar “The Shadow of Neo Protectionism and Coping With The Challenges of The Normalisation Process” hari ini di Bali.

Selain infrastruktur, lanjut dia, impor minyak juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dan cukup tinggi.

Maka, jelas Mirza, pemerintah mendorong penggunaan B20, yaitu bahan bakar yang dicampur dengan minyak kelapa sawit untuk mengurangi impor.

Dengan kondisi kebutuhan ekspor itu, dia menyebutkan, peningkatan ekspor dan pariwisata merupakan kunci ketahanan ekonomi domestik dalam menghadapi tantangan global saat ini.

“Sehingga kebutuhan akan barang-barang impor yang masih besar itu menjadi semakin penting bagi Indonesia untuk mendorong ekspor dan pariwisata tersebut,” jelas Mirza.

Mirza menyatakan, secara global proses normalisasi negara maju, khususnya Amerika Serikat (AS) memang membawa dampak global terhadap negara berkembang, bahkan sejak dicanangkan pada Mei 2013 lalu.

Sehingga neoproteksionisme sejak 2016 semakin mengalami boom pada 2018 ini.

“Kebijakan-kebijakan ekonomi AS dan Tiongkok, khususnya, telah membawa pengaruh kepada negara berkembang, termasuk dari sisi nilai tukar,” jelas Mirza.

Penulis: Tomy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here