Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini atau awal pekan diproyeksi akan kembali melemah. Di sesi pagi lajunya sudah capai level 15.233.
Mengutip Bloomberg, dalam sesi perdagangan pagi rupiah dibuka di posisi 15.230. Angka itu melemah 33 poin dari penutupan kemarin di posisi 15.197. Bahkan terus merosot hingga 15.233 dalam 15 menit pertama atau melemah 0,24 persen.
Menurut analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, rupiah sebetulnya masih didukung banyak sentimen positif.
Seperti pergerakan USD yang masih cenderung melemah di pasar valuta asing (valas) Asia yang juga diikuti dengan penurunan imbal hasil obligasi AS.
“Kondisi itu diharapkan dapat mengurangi tekanan pada Rupiah yang sedang mencoba berbalik naik, meski dibuka melemah,” tegas Reza dalam daily report-nya, Kamis (15/10/2018).
Dia menambahkan, sejumlah sentimen positif lainnya terutama dari penilaian lembaga asing dan sejumlah negara terhadap kemampuan Indonesia menghadapi krisis perang dagang yang disampaikan dalam Annual Meeting IMF-WB kemarin.
“Itu diharapkan dapat memperkuat laju Rupiah. Tapi sayangnya tak direspon pasar,” kata dia.
Sebelumnya, kata Reza, pergerakan USD cenderung melemah di pasar valas Asia usai pelaku pasar merespon rilis kenaikan di bawah ekspektasi dari indeks harga konsumen.
“Dengan rilis tersebut dinilai dapat mengurangi potensi kenaikan suku bunga The Fed,” katanya.
Pasalnya, pejabat Fed mengatakan bulan lalu mereka memperkirakan tiga kenaikan suku bunga pada 2019, dan beberapa mengatakan mereka terbuka untuk kenaikan suku bunga pada Desember nanti, yang akan menjadi yang keempat tahun ini.
Dengam kondisi tersebut, dia memperkirakan laju Rupiah akan bergerak di kisaran 15.188-15.215 sepanjang hari ini.
“Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” ujar dia.
Penulis: Tomy
