TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Likuiditas Mengetat, Kinerja BNI Tetap Bagus

Achmad Adhito
18 October 2018 | 19:54
rubrik: BUMN
Aset BNI Naik 17% ke Rp 631 Triliun

Gedung BNI/Uangpedia com

Jakarta, TopBusiness.id —PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. (BBNI) mampu mencatat pertumbuhan laba bersih hingga Rp11,44 triliun pada kuartal III-2018 atau melonjak 12,6% dari sebelumnya Rp10,16 triliun secara year on year (yoy).

Perolehan laba bersih tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest margin/NII) perseroan dan disertai perbaikan kualitas aset yang meningkat.

“Kinerja positif BNI tersebut tercapai di tengah pengetatan likuiditas yang bersumber dari ketidakpastian makro ekonomi global,” ungkap Direktur Keuangan BNI, Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, hari ini.

Pertumbuhan laba bersih BNI tersebut, kata dia, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan laba bersih industri perbankan nasional yang per Juli 2018 lalu baru tumbuh sebesar 8,4 persen (yoy).

Lebih jauh dia menegaskan, laba bersih BNI tersebut ditopang oleh NII yang meningkat dari Rp 23,51 triliun pada kuartal III-2017 menjadi Rp 26,01 triliun pada kuartal III-2018.

Berarti tumbuh 10,6% (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan NII di industri perbankan yang hanya mencapai 4,5% per Juli 2018.

“Pertumbuhan NII tersebut merupakan hasil dari penyaluran kredit BNI yang tetap terkelola dengan prudent dan optimal,” kata Anggoro.

Selain itu, pendukung pertumbuhan laba bersih BNI lainnya adalah pendapatan nonbunga yang tumbuh 6,0% (yoy), yaitu dari Rp 7,18 triliun pada kuartal III-2017 menjadi Rp 7,61 triliun pada kuartal III-2018.

Pendapatan non bunga tersebut didorong oleh peningkatan kontribusi fee dari segmen business banking, antara lain fee dari trade finance yang tumbuh 16,3% (yoy) dan fee dari bank garansi yang tumbuh 28,4% (yoy).

“Penyokong utama lainnya berasal dari pertumbuhan bisnis consumer and retail, antara lain fee pengelolaan rekening yang tumbuh 8,9% (yoy), dan fee dari bisnis kartu yang tumbuh 6,9% (yoy),” jelasnya.

BACA JUGA:   Transaksi Remitensi BNI Kuartal I Capai Rp 213,2 Miliar

Dengan adanya peningkatan net interest income dan non interest income, kualitas aset yang terjaga, serta upaya efisiensi yang konsisten telah dilakukan itu, maka BNI mampu meningkatkan profitabilitasnya.

“Itu tercermin dari return on equity (RoE) yang tumbuh mengesankan dari 15,9 persen menjadi 16,8 persen,” pungkas dia.

Penulis: Tomy

Tags: bni
Previous Post

Aturan Baru Tentang Penyaluran Dana Desa

Next Post

Pagi Ini Indeks Saham Bergerak Turun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR