Jakarta, TopBusiness – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) melalui program Bulog Peduli menyalurkan bantuan kepada para korban gempa dan tsunami yang saat ini banyak tinggal di tenda-tenda pengungsian.
Langkah ini dilakukan ntuk meringankan beban dan penderitaan para korban yang kehilangan sanak keluarga dan harta bendanya. Ini juga sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Bulog kepada korban terdampak gempa dan tsunami.
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum BULOG, Tri Wahyudi Saleh membagikan langsung bantuan tersebut dalam bentuk beras, mi instan, gula pasir, minyak goreng dan pangan lainnya.
Dia berharap para korban gempa yang terpaksa mengungsi ke titik-titik pengungsi untuk senantiasa tabah menghadapi bencana alam yang sangat menyedihkan ini.
“Karena apa yang saudara-saudara alami dan rasakan, kita sebagai anak bangsa ikut merasakannya, ” ujar Tri di Jakarta, Senin (22/10/2018).
Sebelumnya, dia menyalurkan bantuan dalam bentuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) bersama Kepala BULOG Divre Sulteng dan Kepala Dinas Sosial Kota Palu di sejumlah posko pengungsi yakni Kelurahan Petobo dan Kawatuna, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Selain melalui program Bulog Peduli, Tri menyampaikan, Bulog juga telah menurunkan tim relawan sebanyak 25 orang untuk mempercepat penanganan bencana dan menyalurkan bantuan cadangan beras pemerintah (CBP) melalui Pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten.
“Pihak Bulog juga menyediakan dan merawat CBP tersebut di gudang dan kemudian akan didistribusikan oleh Pemda setempat sesuai kebutuhan,” jelas dia.
Tri menambahkan, sampai dengan 19 Oktober 2018 Perum Bulog sudah mengirimkan bantuan tahap I berupa bantuan PKBL dengan nilai kurang lebih Rp 500 juta dan menyalurkan beras CBP untuk bencana gempa dan tsunami sebanyak 640 ton.
“Dengan rincian alokasi Provinsi Sulteng 200 ton, Kabupaten Donggala 100 ton, Kab Sigi 100 ton , Kota Palu 100 ton, Kab Parigi 50 ton, Kab Toli toli 25 ton, Kab Poso 65 ton,” jelas Tri.
Dirinya juga memastikan stok beras di Sulteng hingga kini masih dalam kondisi aman. Bencana yang terjadi beberapa waktu lalu tidak mengganggu persediaan beras walau beberapa gudang Bulog mengalami kerusakan.
“Stok beras di gudang BULOG Sulteng sekitar 12.000 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran, termasuk cadangan beras pemerintah,” tegas dia.
Dengan begitu, tidak perlu ada kekhawatiran kurangnya pasokan atau langkanya beras untuk wilayah Sulteng. Dan dengan cukupnya stok di gudang Bulog itu secara tidak langsung berdampak kepada stabilisasi harga pangan, khususnya beras.
