TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Akhir 2018, Jasa Marga Yakin Operasi Jalan Tol Sampai 984 Km

Busthomi
30 October 2018 | 10:12
rubrik: Business Info
Sempat Ditegur BEI, JSMR Benarkan Akan Rilis Dana Investasi Infrastruktur

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mentargetkan untuk menambah panjang jalan tol yang beroperasi tercapai menjadi 984 km hingga akhir tahun 2018.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Desi Arryani menegaskan, pihaknya optimistis bahwa proyek jalan tol yang tergabung dalam Jaringan Jalan Tol Trans Jawa selesai konstruksi pada bulan November 2018 dan siap dioperasikan akhir tahun 2018.

“Bulan Desember, ditargetkan Jalan Tol Batang-Semarang 75 km, Semarang-Solo Seksi Salatiga-Kartasura 32 Km, Porong-Gempol 6 Km dan Gempol-Pasuruan 14 Km,” ujar Desi dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (30/10/2018).

Dalam rangka penyelesaian secara masif proyek jalan tol itu, kata Desi, emiten BUMN berkode JSMR tersebut telah mempersiapkan berbagai skema inovasi pendanaan.

“Jadi kita juga perkuat struktur permodalan dan menjaga kinerja keuangan Perseroan,” jelas dia.

Secara teknis, Vice President Corporate Finance Jasa Marga Eka Setya Adrianto menyebutkan, perseroan telah menerbitkan lima skema pendanaan perdana di industri jalan tol.

Diawali tahun 2017, ada tiga skema pendanaan yang telah diluncurkan yaitu Sekuritisasi Pendapatan Tol Jagorawi, Project Bond JORR W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami) dan Global IDR Bond (Komodo Bond).

Ketiga skema tersebut mendapat apresiasi dari publik. Terbukti, Sekuritisasi pendapatan Tol Jagorawi mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari dua kali sedangkan Komodo Bond lebih dari tiga kali.

“Kunci dari keberhasilan dalam penerbitan alternatif pendananaan di antaranya komitmen yang kuat dari Jasa Marga sebagai induk (holding) untuk memberikan dukungan atas setiap instrumen yang diterbitkan di level proyek,” kata dia.

Selain itu, kata dia, dalam mengembangkan konsep pendanaan juga harus bisa membuat struktur produk yang optimal bagi perusahaan dengan tetap mengakomodir ekspektasi pasar dan investor.

BACA JUGA:   Jasa Marga Siap Ganti Rugi Ban Pecah di Tol Soedijatmo

Lebih jauh dia menegaskan, Jasa Marga juga tidak segan untuk melakukan Non-Deal Roadshow sebelum penerbitan instrumen pendanaan untuk memperoleh feedback dari investor potensial, para analyst, bankers, selling agent dan underwriter sebelum menerbitkan produk.

“Berbagai skema inovasi pendanaan perdana yang dikeluarkan oleh Jasa Marga tidak lepas dari kepercayaan Pemerintah melihat rekam jejak Jasa Marga dalam pembangunan jalan tol di Indonesia,” tegas Andri.

Jasa Marga juga masih terus mengupayakan berbagai skema inovasi pendanaan. Hingga Oktober 2018, JSMR telah meluncurkan dua skema inovasi pendanaan perdana yaitu Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA).

“Pendanaan yang dikembangkan oleh Jasa Marga juga memperhatikan karakteristik keuangan masing-masing jalan tol yang diprospek dalam instrumen pendanaan tersebut,” ujar Adri.

Penulis: Tomy

 

Tags: jalan toljasa marga
Previous Post

IHSG Dibuka Mengembang ke 5.755, Kurs Rp 15.235

Next Post

Asuransi Gempa Berbasis Indeks untuk BPR

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR