Jakarta, TopBusiness—IFC, anggota Kelompok Bank Dunia, dan PT Reasuransi Maipark Indonesia, perusahaan reasuransi risiko khusus, menyerahkan polis Asuransi Gempa Berbasis Indeks (AGBBI) kepada tiga bank perkreditan rakyat (BPR) di Yogyakarta. Tujuan dari AGBBI adalah untuk melindungi bank-bank yang memberikan pinjaman kepada individu serta usaha mikro, kecil, dan menengah, dari kerugian akibat terjadinya gempa bumi.
Azam Khan, country manager IFC untuk Indonesia, mengatakan dalam keterangan pers (29/10/2018) bahwa lebih dari 12 juta orang Indonesia tinggal dan bekerja di kawasan-kawasan rawan gempa, dengan paparan secara ekonomi mencapai sekitar USD 80 miliar.
“Risiko ini sangat tinggi di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, di mana bank-bank yang paling terdampak gempa telah kehilangan antara 15% hingga 35% dari pendapatannya seiring terjadinya sejumlah gempa di masa lalu. Kerugian ini mengikis cadangan modal bank dan mengurangi kemampuannya untuk menyalurkan pinjaman,” kata dia.
Dengan latar belakang ini, EQII adalah inovasi yang tepat waktu, karena secara otomatis melakukan pembayaran kepada bank yang diasuransikan jika terjadi gempa berkekuatan 6 sr atau lebih di wilayahnya. AGBBI ini memenuhi kebutuhan bank-bank perkreditan rakyat, di mana peningkatan permasalahan pembayaran nasabah serta penarikan tabungan setelah terjadinya gempa bumi dapat menyebabkan kendala likuiditas, tepat pada saat permintaan uang tunai cenderung meningkat.
“Paparan bahaya gempa bumi Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia, baik dalam hal kematian korban maupun kerugian ekonomi. Hal tersebut baru-baru ini terlihat setelah terjadinya gempa bumi di Lombok dan Palu, yang menunjukkan bahwa kita membutuhkan mekanisme mitigasi risiko,” jelas Heddy Agus Pritasa, direktur teknik Maipark.,
Reasuransi Maipark Indonesia bersama dengan IFC telah menciptakan produk EQII, yang berlisensi di bawah Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). “Kerja sama ini memungkinkan kami memberikan perlindungan bagi bank terhadap risiko keuangan akibat gempa bumi,” kata Heddy.
Penulis: Adhito
