Jakarta, TopBusiness—Kepala Badan Pusat Statistik RI (BPS), Suhariyanto, ada mengatakan di Jakarta (5/11/2018) bahwa konsumsi rumah tangga di Indonesia masih kuat di kuartal ketiga tahun 2018.
“Ada sejumlah penyebab hal tersebut. Antara lain, penjualan eceran yang masih tumbuh 4,21% secara year on year di kuartal tersebut,” kata dia dalam paparannya ke sejumlah wartawan.
Di urutan berikutnya adalah impor barang konsumsi, disusul dengan penjualan whole sale mobil dan sepeda motor.
“Semua ini menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga masih kuat,” papar dia.
Suhariyanto menjelaskan bahwa, di kuartal ketiga 2018, pengeluaran konsumsi rumah tangga berkontribusi 55,26% dari total PDB, atau merupakan yang terbesar. Angka ini sedikit lebih rendah daripada di kuartal kedua 2018 yang di 55,40%.
Untuk kuartal ketiga 2018, di peringkat kedua kontributor terbesar PDB adalah pembentukan modal tetap bruto yang sebesar 32,12%. Selanjutnya di peringkat ketiga adalah ekspor barang dan jasa sebesar 22,14%.
Penulis: Adhito
