
Jakarta, businessnews.id — Peringkat perusahaan PLN masih tetap di idAAA. Sementara, sampai 2 Maret 2014, jumlah utang PLN telah mencapai Rp 342 triliun.
Analis Pefindo Martin Johannes H. Pandiangan mengatakan di Jakarta hari ini bahwa peringkat perusahaan dan utang PLN tetap pada idAAA, karena adanya dukungan yang kuat dari Pemerintah Indonesia. Itu dengan memberikan subsidi, jaminan utang, dan subloan.
“Pefindo ada metodelogi sendiri, kami melihat adanya dukungan pemerintah sehingga rating [PLN] akan sama dengan rating Pemerintah Indonesia yakni di idAAA.”
Namun, Pefindo juga memerhatikan rasio antara kewajiban dengan aset PLN yang telah mendekati 50 persen. Sehingga PLN terancam bangkrut jika mengacu pada Undang-undang Perseroan Terbatas.
“Memang, rating stand a loan mereka sendiri di bawah peringkat itu. Namun peringkat PLN secara keseluruhan tetap idAAA,” terang dia.
Total utang PLN hingga saat ini telah mencapai Rp 342 triliun, dan 90 persen dari jumlah utang tersebut dalam bentuk valuta asing. Dengan jumlah utang Valas demikian itu, memang ada risiko terkait pelemahan Rupiah.
“Kalau Rupiah melemah, jumlah utang itu juga bertambah. Namun kembali lagi, Pemerintah Indonesia dalam hal ini sangat membantu PLN.” (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito