
Jakarta, businessnews.id — Penerbitan obligasi pada tahun 2014 nampaknya tidak sebaik tahun 2013. Sebab, pasar masih menunggu selesainya proses Pemilihan Umum 2014. Sampai Mei 2014, total penerbitan obligasi hanya mencapai Rp 12 triliun.
Analis Pefindo Hendro Utomo, di Jakarta hari ini, mengatakan bahwa kini investor dan perusahaan penerbit obligasi masih menunggu selesainya Pemilihan Umum 2014. “Setelah ada hasil Pemilihan Presiden 2014, barulah bisa menentukan langkah yang akan diambil,” kata dia.
Masih menurut Hendro, mengacu pada tahun-tahun sebelumnya, penerbitan obligasi marak di awal tahun, yakni di kuartal pertama dan kedua. Namun, pada tahun 2014 tidak seperti itu.
”Setelah terpilihnya kepemimpinan nasional, mungkin bisa menggairahkan kembali pasar obligasi,” katanya.
Sampai Mei 2014, Pefindo telah mendapat mandat untuk melakukan pemeringkatan 10 perusahaan yang akan menerbitkan obligasi dengan total emisi sebesar Rp 12 triliun.
Di antara itu, dia menambahkan, dari sektor perbankan sebanyak tiga perusahaan dengan nilai emisi Rp 7 triliun; sektor pembiayaan tiga perusahaan dengan nilai emisi Rp 2 triliun; sektor korporasi tiga perusahaan dengan nilai emisi Rp 3 triliun. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito