Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollat AS (USD) pada perdagangan hari ini dibuka menguat dari perdagangan sebelumnya. Meski setelah itu langsung terdepresiasi. Namun tren rupiah masih positif.
Mengutip Bloomberg hari ini, rupiah dibuka di 14.545 atau menguat 66 poin dari penutupan akhir pekan lalu di angka 14.611. Namun dalam 30 menit pertama kembali lunglai ke posisi 14.567.
Menurut analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, harapan akan berlanjutnya kenaikan Rupiah pada perdagangan hari ini dapat memenuhi pelaku pasar.
“Karena hal ini terjadi seiring dengan masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri,” jelas Reza di Jakarta, Senin (19/11/2018).
Apalagi di sisi lain, kata dia, penguatan EUR seiring harapan akan tercapainya penyelesaian masalah keuangan Italia dapat memberikan sentimen positif pada Rupiah.
“Diharapkan sentimen dari dalam negeri masih ada yang kembali positif untuk membuat Rupiah bertahan di teritori hijaunya,” tandas dia.
Salah satu sentimen positif domestik adalah dirilisnya Paket Kebijakan ke-16 oleh Pemerintah yang di antaranya berisikan perluasan industri yang mendapatkan fasilitas tax holiday.
Dengan kondisi ini, analisa Reza, diperkirakan Rupiah di hari ini akan bergerak di kisaran 14595-14615.
“Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” saran Reza.
Penulis: Tomy
