
Jakarta, businessnews.id — PT Wijaya Karya, Tbk (kode saham WIKA) kini tengah gencar melakukan investasi pada bisnis baru, hal itu bisa berdampak pada penurunan peringkat perusahaan di IdA+ untuk periode peringkat 13 Mei 2014 hingga 1 Mei 2015.
Menurut Analis Pefindo Martin Johannes H. Pandiangan, di Jakarta (10/6/2014), jika investasi bisnis baru itu gagal terwujud dan menyebabkan tekanan pada profil bisnis dan keuangan, peringkat perusahaan milik negara ini akan diturunkan. “Ditambah lagi jika utang Wika (Wijaya Karya) lebih tinggi ketimbang proyeksi.”
Ditambahkannya, Wika banyak melakukan investasi di bidang energi, pengolahan air bersih, dan shipping. “Nah, bisnis- bisnis ini, Wika belum punya pengalaman sehingga berisiko” terang dia.
Di samping itu, tantangan yang perlu menjadi perhatian Wika terkait dengan lingkungan bisnis yang relatif fluktuatif pada industri konstruksi dan properti.
Namun, kata dia, Wika pun bisa secara signifikan meningkatkan profitabilitas dan porsi pendapatan dari bisnis nonkontruksi yang akan meningkatkan arus pendapatan perusahaan. “Terutama jika bisnis baru mereka berhasil terwujud,” terang dia. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito