Jakarta, TopBusiness – Ribuan warga kembali menggelar unjuk rasa terkait persoalan limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM), Selasa (27/11). Unjuk rasa digelar di tiga lokasi yakni Kantor Setda Pemkab Sukoharjo, Polres Sukoharjo dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo.
Warga yang berunjuk rasa merupakan warga gabungan dari kecamatan Nguter dan Kecamatan Bendosari, Sukoharjo. Ada pula yang berasal dari Wonogiri dan Karanganyar.
PT RUM merupakan perusahaan yang 98 persen sahamnya dikuasai oleh keluarga Lukminto yang notabene merupakan pemilik PT Sri Rejeki Isman Tbk alias Sritex.
Seperti dilansir Kantor Berita RMOLJateng, Aksi warga beraksi di Setda Sukoharjo dipimpin korlap Budi Setiarto, sedangkan aksi dari Jaringan Pemuda Sukoharjo dipusatkan di Polres Sukoharjo dengan korlap Herman. Unjuk rasa lainnya digelar Forum Perempuan Pejuang Lingkungan (FPPL) di depan Kantor DLH dengan korlap Nana.
Sekitar pukul 09.00 WIB, peserta aksi mulai bergerak dari sejumlah lokasi kumpul menuju lokasi aksi. Sepanjang jalan mereka menyerukan teriakan ”Tutup PT RUM”. Massa juga membawa sejumlah spanduk, diantaranya bertuliskan “Jangan Bunuh Generasi Kami”, “Stop Polusimu”, “Kami memperjuangkan udara bersih yang dirampas PT RUM”.
Sampai di halaman Setda Pemkab Sukoharjo sekira pukul 10.30 WIB, aksi I ni mendapat pengawalan ketat aparat keamanan dari Polres Sukoharjo, Kodim Sukoharjo dan Satpol PP Sukoharjo.
Budi Setiarto, mengatakan dalam aksi ini warga ingin bertemu bupati. “Kami menuntut bupati mencabut ijin PT RUM,” kata Budi Setiarto.
