Jakarta, TopBusiness – Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya menyatakan, produk Indonesia jika ingin unggul di pasar global harus mengedepankan efisiensi secara luas pada berbagai bidang.
“Tanpa efisien jangan harapkan bisa bertarung di pasar global. Harus dibangun integrasi-trust, dengan itu harus memiliki platform yang diakui secara luas pula di pasar global,” kata Bambang dalam seminar Public Awareness and Internal Meeting on Voluntary Sustainability Standars (VSS) di Jakarta, Rabu (28/11/2018).
Menurut Bambang, Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) sebuah platform standar nasional yang sudah diakui di seluruh dunia. Penerapan efisiensi ini dapat diwujudkan dalam bentuk efisiensi pengunaan energi, karena sektor energi merupakan salah satu faktor komponen produksi dengan angka cukup besar dalam komponen biaya.
“Apabila bisa efisien dalam pengunaan energi akan bisa menekan beban biaya produksi, tentunya akan dapat menghasilkan produk yang murah pula. Itu baru salah satu contoh dalam efisiensi,” tegas Bambang dalam konferensi persnya kepada media.
Guna menyosialisasikan VSS ini, BSN bekerja sama dengan The Managing Global Governance Prpgrame of the German Development Institute (DIE/MGG). Kegiatan ini sosialisasi ini dihadiri peserta nasional dan internasional dari Jerman, India, Cina, Filipina dan Mexico yang terdiri dari perwakilan dari industri, asosiasi, pemerintah, Badan LSM-NGO, Voluntary Sustainability Standard Development Organization serta dari kalangan akademisi.
“Tentunya forum ini akan membahas agar tercapainya SDGs dengan baik, dengan dukungan seluruh komponen baik itu pemerintah dan swasta,” ujar Bambang.
Penulis: Albarsyah
