Jakarta, TopBusiness – Ekonom Indef, Enny Sri Hartati, mengatakan di Jakarta hari ini bahwa kini ekonomi Amerika Serikat (AS) terus membaik. Satu penanda hal itu adalah tingkat pengangguran yang berkurang.”Seiring itu, inflasi naik. Dan GDP sudah hampir mendekati potensinya,” kata dia.
Terkait itu, maka risiko stagnasi ekonomi di AS, ada. “Efek perang dagang yang potensi mengganggu sektor riil AS, menambah potensi stagnasi tersebut,” kata dia.
Dengan semua hal itu, ekonomi AS mendapatkan dua kemungkinan. Yang pertama adalah suatu kondisi new normal.
“Yang kedua adalah bahwa ekonomi AS masuk ke sebuah new abnormal,” kata Enny.
Sebenarnya, dampak perang dagang lebih banyak terjadi ke AS sendiri, dan Tiongkok. “Proteksi oleh AS tidak mampu membendung ekspansi ekspor Tiongkok. Itu terlihat dari ekspor Tiongkok yang tetap bernilai besar. GDP AS besar tetapi ekspornya kalah oleh Tiongkok,” kata dia.
Penulis: Adhito
