TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Implementasi T+2 Sukses, SRO Catat Transaksi Gabungan Rp 4,85 Triliun

Busthomi
29 November 2018 | 13:22
rubrik: Capital Market
Dirut BEI Minta Perusahaan Grup Agar Dorong Anak Usahanya IPO

Dirut BEI Inarno/foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pihak self regulatory organization (SRO) yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah melakukan proses penyelesaian untuk Transaksi Bursa per 23 November 2018.

Tanggal itu merupakan hari terakhir perdagangan dengan siklus penyelesaian T+3 atau transaksi dilakukan selama tiga hari dan transaksi bursa 26 November 2018 yang merupakan hari pertama perdagangan dengan siklus penyelesaian T+2 atau transaksi dua hari.

Direktur Utama BEI, Inarno Djayadi menyebutkan, untuk total volume efek yang ditransaksikan pada tanggal 23 dan 26 November 2018 itu mencapai 18,5 miliar lembar dengan senilai Rp13,3 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 754 ribu transaksi.

“Sedang untuk nilai penyelesaian secara netting atas penggabungan transaksi tersebut mencapai 4,99 miliar lembar efek atau senilai Rp4,85 triliun,” jelas Inarno, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Dan ternyata, kata dia, seluruh transaksi tersebut dapat diselesaikan oleh Anggota Bursa (AB) dan Bank Kustodian pada tanggal 28 November 2018 secara tepat waktu tanpa adanya kebutuhan penalangan dari KPEI untuk penanganan kegagalan penyelesaian.

Berdasarkan hasil evaluasi atas penerapan siklus penyelesaian T+2 yang dimulai dari proses transaksi bursa pada tanggal 23 November 2018 dan 26 November 2018 sampai dengan penyelesaian transaksi gabungan (double settlement) yang jatuh pada hari Rabu, 28 November 2018, pihak menyebutkan, dapat disimpulkan penerapan Percepatan Siklus Penyelesaian Transaksi Bursa dari T+3 menjadi T+2 di Pasar Modal Indonesia dinyatakan sukses.

“Hal ini menjadi tonggak sejarah untuk pasar modal Indonesia, dengan Indonesia sebagai negara ke-tiga di Asia Tenggara yang telah menerapkan siklus penyelesaian T+2 setelah Vietnam dan Thailand,” jelasnya.

BACA JUGA:   Optimisme Menguat, Pasar Modal Catat Kinerja Positif di Akhir Pekan

Untuk itu, SRO mengapresiasi penghargaan yang sebesar-besanya kepada Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, AB, Bank Kustodlan, asosiasi dan pelaku lainnya yang telah mendukung kesuksesan penerapan Persepatan Siklus Penyelesaian Transaksi Bursa T+2 di Indonesia ini.

Penulis: Tomy

Tags: beiInarnoSRO
Previous Post

Investasi Hulu Migas Dibuka

Next Post

Industri Makanan Didominasi Investor Domestik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR