Jakarta, TopBusiness – PT Kustodian Sentra Efek Indonesia (KSEI) mencatat beberapa perusahaan telah melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di akhir tahun ini. Salah satunya, PT Satria Mega Kencana Tbk.
Menurut Direktur KSEI, Syafruddin, perseroan telah mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan IPO pada 30 November 2018 lalu. Untuk itu, Satria Mega pun diperkirakan pada 10 Desember 2018 nanti akan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“PT Satria Mega Kendana Tbk akan melepas saham ke publik sebanyak 33,33% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh serta menerbitkan 200 juta Waran Seri I,” kata Syafruddin seperti dikutip dari laman resmi KSEI, Selasa (4/12/2018).
Dalam proses IPO tersebut, kata dia, perseroan akan memasang harga di angka Rp165 per lembar saham. Dengan 33,33% saham yang dilepas itu setara 400 juta lembar saham dan kemungkinan calon emiten pemilik jaringan Hotel Sotis itu bakal mengantongi dana segar senilai Rp66 miliar.
“Penawaran umum perdana atas saham Satria Mega Kencana Tbk itu telah didaftarkan oleh emiten yang bersangkutan ke dalam penitipan kolektif KSEI beserta jadwal aksi korporasinya,” sebut Syafruddin.
Untuk jadwal masa IPO sendiri dilakukan mulai kemarin sampai hari ini, dengan tanggal penjatahan dilakukan pada 6 Desember 2018. Serta diperkirakan saham Satria Mega akan tercatat perdana di BEI pada 10 Desember 2018 nanti.
Sebagai informasi, Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham yang ditawarkan itu dan namanya tercatat dalam daftar pemegang saham tersebut pada tanggal penjatahan nanti.
Selanjutnya, setiap pemegang dua saham yang ditawarkan itu akan berhak memperoleh satu Waran Seri I. “Dan bagi pemegang Waran itu dapat mengkonversinya menjadi saham dalam lima tahun ke depan dengan rasio satu waran dapat membeli satu saham,” kata dia.
Penulis: Tomy
